Modis dengan Kerudung Kuning, Ning Lia Istifhama Bagikan Strategi ‘SENI’ untuk Generasi Z

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 26 April 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Editor: Yoyok

Surabaya – Ada pemandangan menarik di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Di tengah dominasi warna kuning khas partai, hadir sosok Senator RI, Lia Istifhama, yang tampil selaras dengan kerudung kuning cerah. Namun, bukan sekadar urusan fesyen yang ia bawa, melainkan sebuah gagasan segar bernama “SENI”.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Kaderisasi dan Pemuda tersebut, perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini sukses mengubah suasana rapat yang biasanya formal menjadi lebih cair dan inspiratif—sebuah momen yang dijuluki Anggota DPR RI, Fathoni, sebagai “Tausiyah Politik Kekinian.

Ning Lia menyadari bahwa generasi Z dan Milenial cenderung menjaga jarak dengan politik yang kaku. Baginya, politik bukan sekadar perebutan kursi, melainkan sebuah ruang untuk mewujudkan benevolent society (masyarakat yang berkeadaban).

Untuk menjembatani hal tersebut, ia memperkenalkan formula SENI yang merupakan S – Strategy (Strategi): Di era media sosial, pesan politik harus dikemas secara sistematis dan kreatif. Bukan sekadar janji, tapi komunikasi strategis yang mampu mengubah cara pandang publik. Lalu, E – Equity (Keadilan): Kebijakan tidak boleh pilih kasih.

Keadilan harus menjadi fondasi dasar bagi setiap keputusan politik agar masyarakat merasa diayomi. Kemudian, N – Nation (Bangsa): Mengingatkan kembali bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Politik harus kembali ke khitahnya: mengabdi pada bangsa. Terakhir I – Integrity (Integritas): Visi boleh tinggi, tapi integritas tetap nomor satu. Ning Lia menekankan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan, namun tetap fleksibel dalam strategi.

“Generasi muda hari ini adalah Syubbanul Yaum Rijalul Ghod—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Politik tidak boleh kaku; harus ada sentuhan seni agar pesan bisa menyentuh hati,” ujar Lia penuh semangat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Kehadiran Ning Lia memberikan suntikan energi bagi kader muda pohon beringin. Aan Ainur Rofiq, selaku panitia kegiatan, menegaskan bahwa konsep “SENI” ini sangat relevan dengan target Golkar Jawa Timur ke depan.

“Kami ingin merumuskan strategi yang lebih inklusif. Pendekatan naratif dan berbasis nilai seperti yang disampaikan Ning Lia adalah kunci untuk merangkul Milenial dan Gen Z yang lebih melek digital,” ungkap Aan.

Dengan kolaborasi antara politisi senior dan figur inspiratif seperti Ning Lia, panggung politik Jawa Timur kini mulai bergeser—dari sekadar adu kuat menjadi adu gagasan yang estetik dan penuh integritas.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp