Madinah — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Islam meneladani semangat keilmuan Sayyidah Aisyah RA. Pesan itu disampaikan Khofifah saat berkesempatan beribadah di Raudhah Asy-Syarifah, Masjid Nabawi, Madinah.
Khofifah mengatakan kesempatan berada di Raudhah menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah sekaligus mengingat kembali sejarah dan keteladanan Sayyidah Aisyah RA.
“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan cukup waktu di Raudhah. Raudhah adalah tempat mustajab dan paling diminati oleh seluruh jamaah haji, jamaah umrah dan jamaah Masjid Nabawi,” kata Khofifah dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Salah satu tempat bersejarah yang berada di kawasan Raudhah adalah Tiang Aisyah atau Ustuwanah Aisyah. Menurut Khofifah, keberadaan tiang tersebut mengingatkan umat Islam pada sosok Sayyidah Aisyah RA yang dikenal memiliki penguasaan ilmu agama yang luas.
“Di tempat mulia ini kita diingatkan kembali bagaimana Rasulullah begitu memuliakan dan mencintai Sayyidah Aisyah RA. Beliau adalah sosok perempuan yang luar biasa penguasaan keilmuannya, yang kemudian menjadi salah satu sumber ilmu bagi umat Islam,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan ungkapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW terkait kedudukan keilmuan Sayyidah Aisyah RA.
“Khudz min nisfi dinikum min hadzihil humairo, yang artinya ambillah separuh dari agama kalian dari Humaira, yaitu Sayyidah Aisyah RA,” tutur Khofifah.
Khofifah kemudian mengenang pengalamannya saat berada di Raudhah sekitar dua tahun lalu. Saat itu, seorang Syarifah menunjukkan Tiang Aisyah kepadanya. Syarifah tersebut juga memberikan tempat salatnya kepada Khofifah dan mengajaknya mendoakan orang tua agar mendapatkan tempat di surga tanpa hisab.
Tiang Aisyah merupakan salah satu pilar bersejarah di kawasan Raudhah. Pilar tersebut juga dikenal sebagai Tiang Al-Qur’ah. Penamaan itu berkaitan dengan riwayat Sayyidah Aisyah RA mengenai tempat salat yang memiliki kemuliaan di Masjid Nabawi.
Khofifah menilai kisah tersebut menjadi pengingat pentingnya meneladani Sayyidah Aisyah RA, terutama dalam menjaga dan menyampaikan ilmu kepada umat.
“Di sini kita juga belajar kembali meneladani Sayyidah Aisyah RA sebagai uswatun hasanah. Sungguh begitu tingginya Rasulullah memuliakan Sayyidah Aisyah RA,” katanya.
Menurut Khofifah, kehidupan Rasulullah SAW bersama Sayyidah Aisyah RA juga mengajarkan pentingnya kasih sayang, penghormatan, dan kelembutan dalam kehidupan keluarga.
Dia mengajak jamaah yang mendapat kesempatan berada di Raudhah untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah.
“Saat mendapatkan kesempatan masuk dan berada di tempat yang mulia ini, sebaiknya kita isi dengan ibadah salat sunah, berdzikir, berdoa dan jika dimungkinkan membaca Al-Qur’an. Mengingat kesempatan bagi jamaah di Raudhah tidak bisa lama,” pesannya.
“Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang, penghormatan dan kelembutan,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat