Maraknya Curanmor Libatkan Anak, Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Pribadi)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Pribadi)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur segera memperkuat program ketahanan keluarga menyusul temuan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim yang menyebut pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) didominasi anak-anak usia sekolah.

Menurut Puguh, fenomena tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan kriminalitas. Lebih dari itu, kondisi tersebut menjadi alarm serius bahwa ada persoalan dalam pola pengasuhan keluarga dan pendidikan karakter yang harus segera dibenahi.

“Kalau pelaku curanmor didominasi anak usia sekolah, berarti ada sesuatu yang harus dievaluasi bersama. Ini menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera memperkuat ketahanan keluarga dan pendidikan karakter,” ujar Puguh, Jumat (3/7/2026).

Data Polda Jatim mencatat selama Juni 2026 terdapat 320 kasus tindak pidana 3C, dengan 195 kasus berhasil diungkap dan 222 tersangka diamankan. Sejumlah pelaku diketahui masih berusia di bawah 17 tahun, bahkan sebagian hasil kejahatan digunakan untuk membeli narkoba.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu mengatakan, pemerintah sebenarnya memiliki instrumen yang cukup lengkap untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus meningkat.

“Kalau pemerintah segera melakukan edukasi secara masif dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota, ulama, organisasi kemasyarakatan, sekolah, hingga keluarga, saya yakin fenomena ini bisa ditekan,” katanya.

Puguh menilai fakta bahwa pelaku masih berstatus pelajar menunjukkan adanya persoalan yang tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Kalau mereka masih usia sekolah, berarti ada sesuatu yang perlu dievaluasi dalam tata kelola pendidikan kita. Kalau mereka masih tinggal bersama orang tua, berarti pola asuh, penanaman akhlak, dan pendidikan karakter di rumah juga harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Ia menambahkan, ketahanan keluarga tidak hanya berbicara tentang kondisi ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas pengasuhan, komunikasi antara orang tua dan anak, serta penanaman nilai-nilai moral sejak dini.

Menurut Puguh, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup diukur dari tingginya angka partisipasi sekolah atau indeks pembangunan manusia semata. Yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat sehingga tidak mudah terjerumus pada tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkoba.

“Jangan hanya mengejar capaian angka-angka pembangunan. Kita harus memastikan anak-anak kita memiliki akhlak, karakter, dan budi pekerti yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Karena itu, Puguh mendorong Pemprov Jatim menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu agenda prioritas melalui kebijakan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

“Pemerintah memiliki kewenangan membuat regulasi dan melakukan intervensi. Sementara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi membangun benteng moral generasi muda. Kalau ini dilakukan secara serius, saya optimistis kasus-kasus seperti ini bisa ditekan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp