Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan (Dapil) Surabaya, Lilik Hendarwati, mengajak masyarakat tidak hanya melihat persoalan sosial di sekitar, tetapi ikut mengambil peran untuk mencari solusi.
Ajakan itu disampaikan Lilik melalui Gerakan 5M Peduli Suroboyo. Gerakan tersebut mendorong warga menerapkan lima langkah sederhana, yakni Melihat, Memahami, Menyampaikan, Membantu, dan Menggerakkan.
Menurut Lilik, lima langkah tersebut dapat menjadi kebiasaan sederhana agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton ketika menemukan persoalan di lingkungannya.
“Jangan hanya melihat ketika ada masalah. Kita harus belajar memahami, berani menyampaikan, mau membantu, dan kemudian mengajak orang lain untuk bergerak,” ujar Lilik dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Lilik mengatakan, persoalan sosial di Surabaya cukup beragam. Mulai dari anak dan remaja yang membutuhkan perhatian, lingkungan yang kurang terjaga, kelompok masyarakat rentan, konflik sosial, hingga persoalan ekonomi keluarga.
Berbagai persoalan tersebut, kata dia, tidak bisa sepenuhnya diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah.
“Pemerintah punya kewenangan dan anggaran. DPRD punya fungsi pengawasan dan penganggaran. Tetapi masyarakat punya sesuatu yang sangat besar, yaitu kepedulian,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut.
Lilik mendorong masyarakat Surabaya mengubah pola pikir dari sekadar menunggu pemerintah bertindak menjadi bagian dari solusi.
Ia menilai kekuatan masyarakat terletak pada semangat gotong royong. Karena itu, kepedulian sosial perlu dibangun dari lingkungan terdekat, mulai keluarga, tetangga, RT/RW, kampung, komunitas, hingga generasi muda.
“Kalau kita melihat ada anak yang mulai bermasalah, jangan buru-buru menghakimi. Kalau melihat lingkungan kotor, jangan hanya mengeluh. Kalau melihat tetangga kesulitan, jangan pura-pura tidak tahu. Kita mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan,” katanya.
Lilik meyakini kepedulian yang dilakukan bersama dan secara konsisten akan memberikan dampak lebih besar bagi lingkungan.
Sebagai wakil rakyat, dia menegaskan tetap memiliki tanggung jawab menyerap aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan, mendorong anggaran yang berpihak kepada kebutuhan warga, serta memastikan berbagai persoalan mendapatkan perhatian pemerintah.
Namun, menurut Lilik, fungsi DPRD akan semakin kuat jika masyarakat aktif menyampaikan persoalan yang mereka temukan di lapangan.
“Saya ingin DPRD bukan hanya hadir ketika ada persoalan besar. Saya ingin kita hadir sejak masyarakat mulai melihat persoalan itu. Karena masyarakat adalah mata dan telinga pembangunan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, laporan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tepat dapat menjadi bahan penting bagi pemerintah maupun DPRD dalam merumuskan kebijakan sesuai kondisi nyata di lapangan.
Lilik berharap Gerakan 5M Peduli Suroboyo tidak berhenti sebagai slogan atau sebatas kegiatan sosialisasi. Dia ingin gerakan tersebut berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, gerakan itu dapat dimulai dari hal sederhana. Misalnya, peduli terhadap anak dan lansia, menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat keamanan kampung, mendampingi generasi muda, membantu warga rentan, hingga membangun budaya komunikasi dan gotong royong.
“Saya ingin masyarakat mengingat satu pesan sederhana: melihat jangan diam, memahami jangan menghakimi, menyampaikan jangan takut, membantu jangan menunggu mampu besar, dan menggerakkan jangan menunggu orang lain,” tutur Lilik.
Lilik pun mengajak seluruh warga menjadikan kepedulian sebagai karakter masyarakat Surabaya.
“Surabaya tidak hanya membutuhkan kota yang maju. Surabaya membutuhkan masyarakat yang peduli. Karena kota ini bukan hanya milik pemerintah. Surabaya adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful