Lia Istifhama Soroti Urbanisasi Pasca Lebaran, Tekankan Evaluasi Pemotongan TKD

Editor Yoyok

- Author

Senin, 23 Maret 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Fenomena perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota usai libur Lebaran 1447 Hijriah mendapat perhatian serius dari legislator senayan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait tren urbanisasi yang dinilai mulai tidak terkendali.

Perempuan yang akrab disapa Neng Lia ini menegaskan bahwa ledakan urbanisasi bukan sekadar masalah kependudukan biasa. Menurutnya, perpindahan masif ini merupakan ancaman nyata bagi stabilitas sosial dan keberdayaan ekonomi bangsa dalam jangka panjang.

Neng Lia juga menyoroti bahwa lonjakan urbanisasi sering kali menciptakan fatamorgana kesejahteraan bagi masyarakat desa. Banyak warga yang nekat mengadu nasib ke kota besar tanpa bekal keterampilan yang cukup, sehingga justru terjebak dalam masalah baru.

“Lonjakan urbanisasi itu tidak bagus untuk keberdayaan ekonomi bangsa kita. Akhirnya justru muncul angka pengangguran baru dari masyarakat pendatang di kota-kota besar,” tegas Ning Lia, Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan, para pendatang baru ini harus memulai adaptasi dari titik nol di lingkungan yang sangat kompetitif.

“Kondisi tersebut sering kali memicu kerentanan sosial, di mana ekspektasi mendapatkan pekerjaan layak tidak sebanding dengan realitas di lapangan,” kata Lia Istifhama.

Lebih lanjut, Ning Lia mengingatkan dampak negatif bagi daerah asal yang ditinggalkan oleh penduduknya. Jika generasi produktif terus menerus mengalir ke kota, maka potensi ekonomi dan pembangunan di desa-desa tidak akan pernah tergarap secara maksimal.

“Kalau semua orang memilih meninggalkan daerahnya, lalu siapa yang mau mengurus dan membangun daerah tersebut? Ini adalah kerugian besar bagi pemerataan pembangunan,” lanjut senator yang dikenal vokal ini.

Sebagai solusi konkret atas masalah ini, Neng Lia mendorong pemerintah pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan fiskal nasional.

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

“Fokus utamanya adalah terkait skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) yang menjadi napas pembangunan lokal,” tandasnya.

Ia menilai, adanya pemotongan anggaran TKD di beberapa wilayah justru kontraproduktif dengan semangat pemerintah dalam memerangi kemiskinan. Kebijakan tersebut dianggap memperlebar ketimpangan antara pusat pertumbuhan ekonomi dengan wilayah pinggiran.

“Kami berharap pemerintah pusat mengkaji ulang terkait pemotongan TKD. Bagaimana mungkin daerah bisa mandiri jika sokongan anggarannya justru dikurangi di tengah tantangan ekonomi yang berat?,” ujarnya.

Ning Lia juga mengusulkan adanya penambahan atau penguatan TKD, terutama bagi wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan stimulus ekonomi.

“Tujuannya agar daerah memiliki daya tawar dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi warganya sendiri,” imbuhnya.

Menurut Lia Istifhama, keberdayaan ekonomi nasional harus dimulai dari kemandirian daerah-daerah kecil atau perdesaan. Jika fasilitas publik dan kesempatan kerja di desa sudah setara dengan kota, maka arus urbanisasi akan berkurang secara alamiah dengan sendirinya.

“Jangan sampai warga melakukan urbanisasi hanya karena mereka merasa kekurangan kesempatan kerja di tempat asalnya. Kita harus menciptakan alasan bagi warga untuk tetap bangga membangun desanya,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Ning Lia berharap sinergi antara kebijakan fiskal pusat dan kreativitas daerah dapat menyelamatkan ekonomi bangsa.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal isu ini agar setiap daerah di Jawa Timur khususnya, memiliki daya tahan ekonomi yang kuat,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp