Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis

Editor Yoyok

- Author

Jumat, 3 April 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama bersama Direktur SGN, M. Fakhrur Rozi, di Surabaya. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama bersama Direktur SGN, M. Fakhrur Rozi, di Surabaya. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Upaya memperkuat kemandirian gula nasional kembali mendapat dukungan. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, menegaskan pentingnya optimalisasi peran petani tebu dan penguatan industri gula berbasis daerah sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam pertemuannya bersama Direktur SGN, M. Fakhrur Rozi, di Surabaya. Diskusi tersebut membuka perspektif strategis bahwa Jawa Timur bukan sekadar wilayah produksi, melainkan pusat kekuatan gula nasional.

“Jawa Timur ini bukan sekadar produsen, tetapi lumbung gula nasional. Maka penguatan sektor ini harus menjadi prioritas, baik dari sisi petani maupun industrinya,” ujar Lia, pada Kamis (02/04/2026).

Jawa Timur memainkan peran vital dalam memenuhi kebutuhan gula nasional. Lebih dari 50 persen konsumsi gula rumah tangga Indonesia berasal dari provinsi ini.

Kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai episentrum industri gula nasional, dengan ekosistem yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani tebu, pabrik gula, hingga dukungan program pemerintah.

Keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani. Lia Istifhama menekankan bahwa petani tebu harus menjadi pusat perhatian dalam kebijakan industri gula.

“Interaksi dengan petani menjadi kunci. Kita tidak hanya bicara produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan mereka melalui perbaikan budidaya dan dukungan kebijakan,” ungkap Lia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).

Pemberdayaan petani, termasuk peningkatan kualitas benih, akses teknologi, serta dukungan intensifikasi pertanian, menjadi langkah krusial untuk memastikan produktivitas tetap tinggi.

Selain sebagai komoditas pangan, tebu juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi baru terbarukan melalui bioetanol.

Produk turunan tebu seperti tetes (molasses) dinilai strategis sebagai bahan baku energi ramah lingkungan. Pengembangan bioetanol menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

BACA JUGA  Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

“Orientasi ke depan bukan hanya gula, tetapi juga energi. Bioetanol menjadi peluang besar, apalagi Jawa Timur punya basis produksi tebu yang kuat,” kata Lia.

Lia menilai bahwa integrasi antara sektor pangan dan energi merupakan langkah strategis yang tidak bisa diabaikan.

“Kita tidak boleh hanya berhenti di produksi bahan mentah. Hilirisasi menjadi penting, termasuk menjadikan tebu sebagai bagian dari solusi energi nasional,” tegasnya.

Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah dan masyarakat.

Dalam penguatan sektor gula, Lia juga menyoroti kontribusi perempuan yang cukup signifikan, baik sebagai petani maupun pelaku usaha.

“Banyak perempuan yang terlibat, baik sebagai petani maupun pelaku usaha. Ini menunjukkan bahwa sektor ini juga memiliki dimensi pemberdayaan yang kuat,” tambah Lia.

Hal ini menunjukkan bahwa industri gula tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan nasional yang lebih kuat, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan dan energi berbasis potensi lokal.

“Kalau dikelola serius, sektor gula ini bukan hanya menopang kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp