Kota Lama Surabaya Jadi Magnet Wisata, Festival Kopi dan UMKM 2026 Sukses Gerakkan Ekonomi Kreatif

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Kawasan Kota Lama Surabaya kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata sekaligus ruang penggerak ekonomi kreatif. Ratusan pengunjung memadati halaman Gedung Internatio pada Jumat (3/7/2026) untuk menghadiri Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026.

Selama dua hari pelaksanaan, mulai 2 hingga 3 Juli 2026, festival tersebut menjadi ajang bertemunya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah, hingga masyarakat dalam memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan berbasis ekonomi kreatif Jawa Timur.

Sejak siang hari, suasana di kawasan bersejarah itu tampak semarak. Pengunjung bergantian mendatangi setiap stan untuk mencicipi kopi, membeli produk olahan lokal, hingga berbincang langsung dengan para pelaku usaha mengenai proses produksi maupun cerita di balik setiap produk yang dipasarkan.

Kegiatan yang mendapat dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur itu menghadirkan sedikitnya 20 tenant UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Beragam produk ditawarkan, mulai dari kopi khas Nusantara, teh, cokelat, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tidak hanya menghadirkan pameran produk, festival juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik yang membuat suasana Kota Lama semakin hidup. Banyak pengunjung memilih menghabiskan sore hari sambil menikmati hiburan, berburu kuliner, sekaligus mendukung produk-produk lokal.

Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Ali Afandi, mengatakan penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan berbagai event.

Menurutnya, kegiatan seperti festival kopi memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghadirkan hiburan. Kehadiran masyarakat dalam sebuah event mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

“Festival ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya kita untuk mendorong bagaimana pariwisata yang digabungkan dengan event, dalam hal ini festival kopi, dapat mendorong terjalinnya ikatan dengan masyarakat sekaligus menjadi penggerak pengembangan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Ali menjelaskan, pemerintah berharap festival tersebut menjadi ruang lahirnya kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif. Melalui pertemuan yang berlangsung selama kegiatan, para pelaku usaha memiliki kesempatan memperluas jaringan bisnis, bertukar pengalaman, hingga membuka peluang kerja sama baru.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momen penting bagi para pelaku usaha yang mengisi stan untuk saling berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus membuka peluang bisnis. Kami yakin apabila semangat ini terus didorong, manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Ia juga memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada 10–12 Juli 2026 di Ciputra World Surabaya sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas ruang promosi bagi UMKM.

Ali mengajak masyarakat terus memberikan dukungan terhadap produk-produk lokal dengan cara sederhana, yakni datang ke setiap kegiatan dan membeli produk yang dipamerkan.

“Dengan hadir dan membeli produk UMKM, masyarakat telah ikut membantu menggerakkan ekonomi pelaku usaha di sekitar kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ali turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival.

“Kami berharap langkah bersama ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya,” tambahnya.

Bagi para pelaku UMKM, festival semacam ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan merek kepada pasar yang lebih luas.

Pemilik Vestkopling Street Coffee Surabaya, Ponet, mengaku merasakan manfaat besar dari keikutsertaannya dalam festival tersebut. Selama ini ia menjalankan usahanya di kawasan Jalan Darmo, tepatnya di depan Perpustakaan Bank Indonesia.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Menurutnya, kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang besar untuk mengenalkan merek kopinya kepada masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengetahui usahanya.

“Sangat membantu bagi UMKM seperti saya. Target utama saya ikut kegiatan ini memang promosi supaya semakin banyak orang mengenal brand Vestkopling,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan skala yang lebih besar sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil memperoleh kesempatan memperluas pasar.

“Semoga acaranya terus berlanjut, semakin meriah, dan semakin gokil,” ujarnya sambil tersenyum.

Pemilihan Kawasan Kota Lama Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan juga dinilai tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan bersejarah tersebut berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Surabaya.

Arsitektur bangunan kolonial yang masih terawat, jalan-jalan bergaya klasik, serta suasana heritage menjadikan kawasan ini sebagai lokasi favorit wisatawan, terutama kalangan generasi muda yang gemar berburu konten fotografi.

Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas wisata, seperti tur menggunakan mobil antik Toerwagen maupun jip, menjelajahi empat zona tematik yang terdiri atas kawasan Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, hingga berburu sudut-sudut foto bernuansa vintage.

Perpaduan antara kekayaan sejarah Kota Lama dengan geliat ekonomi kreatif melalui festival kopi dan UMKM menjadikan kawasan tersebut bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berharap sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau
Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau
Gubernur Khofifah bersaama Wagub Emil Resmikan The Trans Luxury Hotel Surabaya, Optimistis Jadi Gravitasi MICE Jatim
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Dorong Perempuan Jatim Kembangkan Usaha Lewat Kreasi Produk Hantaran
Wagub Emil dan Mentan Amran Dorong Penyerapan Telur Peternak Rakyat di Jatim
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 22:07 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau

Berita Terbaru

WhatsApp