Komisi D DPRD Jatim Apresiasi Pengungkapan Penimbunan Solar Ilegal di Bangkalan, Harisandi: Selamatkan Hak Nelayan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 20 Juli 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Raden Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Raden Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Raden Harisandi Savari, mengapresiasi langkah cepat Polres Bangkalan yang berhasil membongkar praktik penimbunan solar subsidi ilegal. Menurutnya, pengungkapan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi hak masyarakat yang bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Kami memberikan apresiasi penuh. Urusan BBM berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, sehingga praktik penimbunan harus ditindak tegas,” ujar Harisandi, Senin (20/7/2026).

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, penimbunan solar subsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga merampas hak masyarakat yang berhak menerima subsidi pemerintah. Akibat ulah oknum, pasokan solar di lapangan menjadi terbatas dan memicu kelangkaan.

Dampaknya, kelompok masyarakat yang bergantung pada solar subsidi, seperti pelaku UMKM, angkutan umum, hingga nelayan, kerap kesulitan memperoleh BBM dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Solar yang seharusnya dinikmati masyarakat justru ditimbun oleh oknum. Akibatnya, kuota harian cepat habis dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan menjadi korban,” katanya.

Mantan jurnalis tersebut mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, solar yang ditimbun diduga merupakan BBM subsidi yang diperoleh melalui jalur ilegal dan bukan berasal dari pembelian langsung di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Jika praktik serupa terus dibiarkan, lanjut Harisandi, sektor usaha kecil hingga perikanan akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

“Pelaku usaha kecil, angkutan umum, dan nelayan bisa terpaksa menghentikan operasional atau membeli solar nonsubsidi dengan harga jauh lebih mahal. Kondisi ini tentu meningkatkan biaya produksi dan semakin menekan ekonomi masyarakat kecil,” ujarnya.

Menurut Harisandi, kawasan pesisir Madura menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat kelangkaan solar subsidi.

“Nelayan di wilayah pesisir Madura kerap kesulitan mendapatkan bahan bakar. Kondisi ini menghambat aktivitas melaut dan berdampak langsung terhadap pendapatan mereka,” tegasnya.

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Karena itu, Harisandi berharap pengungkapan kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan distribusi BBM ilegal hingga aktor utama di balik praktik tersebut.

“Jaringan distribusinya harus dibongkar sampai ke akar-akarnya agar kasus serupa tidak terus berulang dan hak masyarakat atas BBM subsidi benar-benar terlindungi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Bangkalan menangkap seorang buronan kasus penimbunan solar subsidi ilegal berinisial R (53), warga Kabupaten Pamekasan. Penangkapan itu merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang telah menjerat lima tersangka.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 247 jeriken berkapasitas 35 liter, dua tandon berbahan aluminium, serta 55 lembar rekening koran yang diduga berkaitan dengan transaksi BBM ilegal. Penyidik menduga solar subsidi tersebut dikumpulkan melalui jalur ilegal dalam jumlah besar sebelum kembali diperjualbelikan untuk meraup keuntungan.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp