Kesehatan Mental Anak Jadi Prioritas, Lia Istifhama Tekankan Kolaborasi dan Edukasi

Editor Yoyok

- Author

Senin, 13 April 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Jakarta – Perhatian Serius pada Kesehatan Mental Anak di Indonesia Anggota DPD RI, Lia Istifhama menegaskan pentingnya menjadikan kesehatan mental anak sebagai prioritas utama dalam kebijakan nasional, khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurutnya, langkah Kemenkes dalam menyusun buku saku edukatif bagi anak-anak merupakan inisiatif strategis dalam upaya preventif terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan belajar dan kesehatan mental sejak usia dini.

“Kami mendukung penuh upaya Kemenkes dalam menyusun buku saku bagi anak-anak sebagai langkah preventif gangguan kesehatan. Namun, kolaborasi lintas kementerian harus diperkuat agar pendekatan ini lebih komprehensif,” ujar Lia Istifhama pada Senin (13/4/2026).

Lia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia mengusulkan agar buku edukasi yang diterbitkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu merangsang kreativitas dan logika anak dalam membangun mimpi yang realistis dan terarah.

“Buku tersebut perlu menjadi sarana brainstorming bagi anak-anak, agar mereka mampu memiliki mimpi yang logis dan bisa diraih,” tambahnya.

Realitas di Lapangan: Gangguan Belajar hingga Trauma Anak

Dalam kunjungannya ke klinik gangguan belajar di RS Menur Surabaya, Lia menemukan beragam kasus yang menjadi cerminan kompleksitas persoalan anak saat ini.

Ia mengungkapkan adanya anak-anak dengan berbagai latar belakang masalah, mulai dari gangguan belajar hingga trauma akibat perundungan dan pelecehan seksual.

“Saya menemukan anak yang memiliki mimpi menjadi hacker, namun di sisi lain ada juga anak-anak yang menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih menyeluruh,” ungkap Lia.

Lia juga mendorong peningkatan fasilitas dan tenaga medis dalam layanan kesehatan mental anak, termasuk pengembangan pusat layanan seperti child and adolescent health center di berbagai daerah.

BACA JUGA  8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Menurutnya, bimbingan kontekstual sangat penting agar anak dapat tumbuh dengan kemampuan berpikir rasional yang sehat.

“Diperlukan penguatan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, khususnya di klinik gangguan belajar, agar anak mendapatkan pendampingan yang optimal,” tegasnya.

Minimnya Rumah Sakit Fokus Kesehatan Mental

Salah satu kendala utama adalah masih minimnya rumah sakit yang fokus pada layanan kesehatan mental. Hal ini tidak lepas dari stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.

Kondisi ini membuat layanan kesehatan mental belum menjadi pilihan utama bagi banyak institusi kesehatan.

Faktor Keluarga Dominan dalam Kesehatan Mental Anak

Lia mengungkapkan bahwa sekitar 24 hingga 46 persen masalah kesehatan jiwa anak dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan konflik dalam keluarga.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Pendekatan kolaboratif sangat penting, termasuk dengan kementerian yang menangani keluarga, agar penanganan kesehatan mental anak bisa dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Upaya peningkatan kesehatan mental anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat secara fisik maupun mental.

Dorongan dari Lia Istifhama menjadi pengingat bahwa investasi pada kesehatan mental anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi
Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian
8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara
Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup
BGN Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027, Anggaran Rp373,3 Miliar Disiapkan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:25 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIB

Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 04:18 WIB

Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

WhatsApp