Harisandi DPRD Jatim Dorong Madura Jadi Sentra Industri Garam Nasional

Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura Raya, Raden Harisandi Savari. (Foto: Istimewa)

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura Raya, Raden Harisandi Savari. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura Raya, Raden Harisandi Savari mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk serius menjadikan Madura sebagai pusat industri garam nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, potensi garam di Madura selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan produksi garam terbesar di Indonesia.

“Hari ini Madura tidak cukup hanya dikenal sebagai penghasil garam. Kita harus naik kelas menjadi kawasan industri garam nasional yang modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai selama bertahun-tahun petani garam di Madura masih menghadapi berbagai persoalan klasik, mulai dari harga garam yang tidak stabil, minimnya gudang penyimpanan, lemahnya teknologi produksi, hingga masuknya garam impor yang kerap memukul harga garam rakyat.

Karena itu, DPRD Jatim meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani garam lokal. Salah satunya melalui penguatan hilirisasi industri garam dengan membangun kawasan industri berbasis garam di Madura.

Menurutnya, pengembangan industri tersebut bisa mencakup sektor garam konsumsi, farmasi, kosmetik, hingga kebutuhan industri nasional lainnya.

“Jangan sampai Madura hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Garam Madura harus menjadi kekuatan ekonomi daerah dan sumber kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Politikus muda asal Madura itu juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung untuk memperkuat ekosistem industri garam. Ia menyebut akses distribusi, gudang modern, teknologi pengolahan, hingga dukungan pembiayaan bagi petani garam dan UMKM turunan garam harus menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Harisandi, jika dikelola secara serius dan terintegrasi, sektor industri garam dapat menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Madura yang hingga kini masih relatif tinggi dibanding beberapa daerah lain di Jawa Timur.

BACA JUGA  Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

“Ketika industri garam tumbuh, maka akan lahir lapangan kerja baru, usaha baru, dan perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Ini bukan sekadar soal garam, tetapi soal masa depan ekonomi Madura,” katanya.

Ia berharap Pemprov Jatim memasukkan pengembangan industri garam Madura sebagai salah satu program prioritas daerah. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMD, dan sektor swasta dinilai penting agar Madura benar-benar mampu menjadi poros industri garam Indonesia.

“Potensi besar ini jangan sampai terus terabaikan. Madura punya kekuatan alam dan sumber daya masyarakat yang luar biasa untuk menjadi pusat industri garam nasional,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp