Hari Kebebasan Pers 2026, Menkomdigi Meutya Tekankan Kebenaran di Tengah Banjir Informasi

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Car Free Day Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Car Free Day Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan peran strategis jurnalis dalam menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital. Ia mengingatkan, kecepatan penyebaran informasi tidak boleh mengorbankan akurasi.

Pernyataan itu disampaikan Menkomdigi Meutya dalam Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026).

“Ini era di mana informasi sangat cepat dan sangat banyak. Namun, tidak semuanya telah melalui verifikasi yang baik karena berpacu dengan waktu,” ujarnya.

Meutya menekankan, insan pers tetap harus berpegang pada nilai dasar jurnalistik: menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi publik. Menurutnya, orientasi pemberitaan harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan sebaliknya.

“Pada dasarnya kita membuat berita untuk manfaat banyak orang, bukan untuk mudarat orang banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa penyampaian informasi yang benar merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945. Karena itu, pemerintah dan insan pers memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.

“Informasi adalah bagian dari hak asasi manusia. Yang dimaksud adalah informasi yang benar, bukan misinformasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam praktik siaran langsung, baik di media konvensional maupun platform digital, yang berpotensi menyebarkan informasi secara instan.

“Saat ini banyak siaran langsung, tidak hanya di televisi tetapi juga di media baru. Kami menitipkan agar tetap menjaga semangat menyampaikan hal-hal yang benar,” ujar Meutya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menilai kebutuhan masyarakat terhadap pers berkualitas justru meningkat di tengah ledakan informasi.

Menurutnya, publik kini mulai selektif dalam memilih sumber informasi, dengan menyeimbangkan konsumsi media sosial dan kebutuhan akan berita yang kredibel.

BACA JUGA  Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

“Ketika terjadi ledakan informasi, itu tidak bisa ditolak. Namun, kebutuhan terhadap pers berkualitas semakin dirasakan,” katanya.

Komaruddin menambahkan, kesadaran publik untuk mencari informasi yang dapat dipercaya menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan pers profesional.

“Ada kesadaran antara menikmati media sosial dan mencari berita yang berkualitas,” imbuhnya.

Komaruddin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pers nasional dalam bingkai kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Kebebasan pers yang bertanggung jawab sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, serta Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, mendampingi Menkomdigi.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi
Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian
8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara
Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup
BGN Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027, Anggaran Rp373,3 Miliar Disiapkan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:25 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIB

Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 04:18 WIB

Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

WhatsApp