Hari Buruh 2026, Lia Istifhama Soroti Ancaman Digitalisasi dan Bayang-bayang Pelanggaran HAM

Editor Yoyok

- Author

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Editor: Yoyok

Surabaya — Peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi nyata para pekerja di Indonesia. Bukan sekadar seremoni tahunan, Hari Buruh seharusnya menjadi ruang evaluasi atas berbagai tantangan yang masih membayangi kehidupan buruh hingga hari ini.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan kini semakin kompleks. Selain isu klasik yang belum terselesaikan, dunia kerja juga tengah menghadapi disrupsi besar akibat perkembangan teknologi.

“Perubahan menuju era digital tidak bisa dihindari, tetapi harus diantisipasi dengan serius. Jangan sampai kemajuan teknologi justru mengorbankan keberlangsungan pekerjaan para buruh, terutama di sektor padat karya,” ujarnya.

Menurutnya, otomatisasi dan digitalisasi telah menggantikan banyak peran manusia, memicu kekhawatiran akan semakin menyempitnya lapangan kerja. Kondisi ini menuntut negara dan para pemangku kepentingan untuk segera merumuskan strategi yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan tenaga kerja.

Ia juga menyoroti bahwa kesejahteraan buruh tidak bisa lagi hanya diukur dari besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah jaminan keberlanjutan pekerjaan di tengah perubahan zaman.

“Kesejahteraan itu bukan sekadar angka, tapi soal kepastian masa depan. Apakah buruh masih punya ruang untuk bertahan dan berkembang di era digital ini,” tambahnya.

Di sisi lain, persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap buruh dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Praktik penyalahgunaan kekuasaan oleh perusahaan, seperti lembur tanpa upah, pembebanan risiko kerja, hingga tuduhan sepihak yang merugikan pekerja, masih kerap terjadi.

Banyak buruh, lanjut Lia, berada dalam posisi lemah dan sulit melawan. Tekanan ekonomi, keterbatasan waktu, serta minimnya akses bantuan hukum membuat mereka terpaksa bertahan dalam kondisi yang tidak adil.

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

“Tidak sedikit pekerja yang kehilangan pekerjaan bahkan aset pribadi akibat tuduhan yang tidak terbukti. Ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap buruh masih jauh dari ideal,” tegasnya.

Ia mendorong agar negara hadir lebih kuat, tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga pengawasan yang tegas serta kemudahan akses keadilan bagi para pekerja.

Momentum Hari Buruh, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa buruh bukan sekadar bagian dari mesin ekonomi. Mereka adalah manusia yang memiliki hak, martabat, dan masa depan yang harus dijaga.

“Dua hal utama yang harus menjadi fokus bersama adalah perlindungan HAM dan keberlangsungan pekerjaan di era digital. Tanpa itu, kesejahteraan buruh hanya akan menjadi wacana,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp