Sidoarjo – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp130 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih melemah.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus mengatakan kenaikan harga daging sapi dipengaruhi terbatasnya stok sapi siap potong setelah momentum Idul Adha.
“Harga sapi memang masih relatif tinggi pasca-Idul Adha. Banyak sapi terserap untuk kebutuhan kurban sehingga stok di pemotongan hewan terbatas. Sapi yang siap dipotong di masyarakat berkurang. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga daging sapi di pasaran,” ujar Happy kepada DigitalJatim.com, Senin (10/8/2026).
Happy mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan harga dan kondisi pasokan di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Menurutnya, permintaan daging sapi masih cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan pesta, acara, dan warung makan.
“Saat ini kami cek ke sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Rata-rata masyarakat membeli daging untuk pesta, acara maupun kebutuhan warung,” katanya.
Ia menyebut kondisi stok sapi siap potong menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga daging sapi bergerak naik. Setelah banyak sapi terserap untuk kebutuhan kurban, pasokan belum sepenuhnya kembali normal.
“Ketika stok sapi kita tidak ada, ya pastilah (harga naik). Karena kondisinya ini masih menunggu pengadaan dan pasokan kembali,” jelas Happy.
Happy mengatakan pemerintah masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait upaya menjaga pasokan dan harga daging sapi. Namun, intervensi terhadap harga daging sapi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Upayanya yang kami lakukan, kalau dari pertanian, daging itu kan protein. Mungkin masyarakat juga bisa bergeser ke produk yang lain, seperti ikan, ayam dan telur,” tuturnya.
Menurutnya, harga telur saat ini justru mulai mengalami penurunan. Karena itu, masyarakat dapat memilih sumber protein alternatif selama harga daging sapi masih tinggi.
“Telur kan sekarang lagi turun. Kalau kita intervensi ke dagingnya, kayaknya belum bisa. Masih proses,” kata dia.
Happy menjelaskan persoalan pasokan daging sapi tidak hanya terjadi di Sidoarjo. Daerah lain juga menghadapi kondisi serupa setelah tingginya penyerapan sapi untuk kebutuhan Idul Adha.
Ia menyebut kebutuhan daging sapi di Sidoarjo relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut membuat kenaikan harga daging sapi di Sidoarjo menjadi lebih mendapat perhatian.
“Ini sebenarnya permasalahan bukan hanya Sidoarjo saja, daerah lain pun sama. Tetapi mungkin kebutuhan daging di Sidoarjo lebih tinggi daripada daerah lain. Mungkin itu yang menjadikan Sidoarjo ramai soal daging,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : -