Halal Bihalal Dinilai Ampuh Rekatkan Persaudaraan, Ini Kata Puguh DPRD Jatim

Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Editor: Yoyok

Surabaya – Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengatakan moment yang dinanti-nanti ketika lebaran adalah halal bihalal, agenda silaturahmi bersama saudara dan masyarakat lainnya. Menurutnya, ini merupakan moment yang dinanti setiap orang orang, tradisi yang hanya ada di Nusantara.

“Sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia ini bukan hanya menjadi aktifitas untuk melebur khilaf dan salah antar sesama akan tetapi juga berdampak terhadap banyak hal termasuk ekonomi, sosial, dan politik,” ujar Puguh, Sabtu (21/3/2026).

Puguh juga menjelaskan halal bihalal ini dari akar kata halla – yahillu bisa bermakna singgah, memecahkan, melepaskan, menguraikan, dan mengampuni.

“Makna halal bihalal ini sebagai ajang untuk saling singgah dan menjalin keakraban, memecahkan dan menguraikan masalah bersama, melepas amarah dan kebencian, serta saling mengampuni atau memaafkan kesalahan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan ada empat hal pelajaran yang bisa kita ambil pada momentum lebaran ini. Pertama, mengungkapkan kehidupan yang terus bertumbuh.

“Ramadan adalah madrasah kehidupan, satu bulan kita ditempat dengan lapar dan dahaga, ketahanan kita akan banyak hal diuji, ketahan mengelola emosi, ketahanan fisik, ketahanan komplesitas pekerja, ketahanan spiritual, ketahanan kita untuk senantiasa melayani dan mencintai,” tutur Puguh.

“Ketahanan kita untuk merelakan dan memaafkan serta ketahanan kita untuk sembuh dan bangkit dari krisis ekonomi yang telah melanda negeri ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Puguh mengungkapkan lebaran sebagai pemersatu bangsa. Situasi sosial, ekonomi, politik dan negara beberapa tahun terakhir ini cukup menyita banyak perhatian.

“Kontestasi demokrasi dari level pusat sampai desa faktanya banyak menyebabkan komponen anak bangsa ini terpecah karena kepentingan politik,” ungkapnya.

Menurut Puguh, tahun ini merupakan tahun politik, dimana semua kontestan dan kandidat sedang berupaya meraih simpati masyarakat.

BACA JUGA  Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

“Oleh karenanya gagasan halal bihalal yang dinarasikan oleh tokoh bangsa KH Wahab Chasbullah pada tahun 1948 itu adalah bukti bahwa kecintaan kita terhadap sesama saudara se – tanah air adalah menjadi hal yang sangat penting dibandingkan dengan yang lainnya,” kata dia.

Puguh menuturkan bahwa tali silaturahmi itu lebih berharga dari hanya sekedar kepentingan golongan, entitas, politik, suku, daerah dan yang lainnya. Lebaran dan halal bihalal, kata dia, saranan yang ampuh untuk menyatukan dan mengeratkan tali silaturahmi serta persatuan bangsa.

Ia menambahkan meluasnya kemanfaatan pribadi. Esensi dari pelajaran berharga selama Ramadan adalah bagaimanakah kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang selalu membawa kemanfaatan bagi banyak manusia di sekitar kita.

“Puncak dari paripurnanya seseorang adalah ketika dia bisa bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Oleh karena itu momentum lebaran kali ini harus bisa menjadikan diri kita untuk lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita, sumber daya yang kita miliki baik ilmu dan harta harus mampu memeberikan dampak kebaikan bagi semua orang yang ada disekitar kita,” tutur dia.

Ia juga menuturkan menjaga Kehormatan Manusia. Lebaran dan halal bihalal mengajarkan kita untuk mengedepankan nilai-nilai respect, trust dan responsible dalam berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

“Respect itu artinya kita menghargai dan mengapresiasi siapapun dengan segala kerendahan hati tanpa ada bayang-bayang status social, suku, golongan dan agama,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp