Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Sosial Keagamaan Lewat Munas-Konbes NU 2026 di Ploso

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri  pembukaan  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama - Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri.(Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri  pembukaan  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama - Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri.(Foto: Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri  pembukaan  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama – Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/6/206) malam.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan kenteng sebanyak sembilan kali oleh Rais Aam PBNU yang juga didampingi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU, Khatib Aam, Gubernur Khofifah  serta perwakilan Pondok Pesantren Al Falah Ploso.

Dalam sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks sehingga membutuhkan lompatan strategis dalam menjalankan khidmat kepada umat.

Menurutnya, terdapat tiga kebutuhan mendesak yang harus diperkuat oleh jam’iyah NU untuk menjawab tuntutan masa kini dan masa depan.

Pertama, membangkitkan kembali dhamir ijtima’i atau kesadaran sosial di tengah umat melalui langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kedua, membangun opini publik yang berlandaskan moral sehingga tumbuh kontrol sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dan ketiga, memperkuat kualitas kepemimpinan yang berlandaskan semangat jihad dan ijtihad agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat, bangsa, dan negara.

“Jam’iyah kita yang terorganisasi ini, demi menghadapi tuntutan masa kini dan masa depan, berada dalam kondisi sangat membutuhkan tiga hal penting,” ujar KH Miftachul Akhyar.

Rais Aam menekankan, kepemimpinan dalam NU membutuhkan kesungguhan perjuangan, keluasan ilmu, kecerdasan, serta kemampuan memberikan keputusan yang tepat terhadap berbagai persoalan baru yang berkembang di tengah masyarakat.

Kiai Miftach lantas membedah makna Jihad dan Ijtihad. Terkait jihad, ia mendeskripsikannya sebagai tindakan yang mencurahkan segala kemampuan dan puncak kesungguhan untuk meraih capaian terbesar, yaitu ketaatan kepada Allah, tunduk pada hukum-Nya, serta berserah diri pada perintah-perintah-Nya.

BACA JUGA  Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

“Hal tersebut membutuhkan perjuangan (jihad) yang panjang lagi berat dalam melawan segala hal yang merongrong ketaatan tersebut,” ujarnya.

Sementara mengenai ijtihad, Kiai Miftach menekankan bahwa nakhoda yang memimpin jam’iyah ini wajib memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni.

“Ijtihad artinya orang yang memimpin organisasi atau jam’iyah yang diberkahi ini harus memiliki kemampuan untuk memberikan keputusan atau solusi yang tepat terhadap masalah-masalah kontemporer. Ia juga harus memiliki kecerdasan, aktivitas, kesungguhan, serta keluasan ilmu yang mumpuni dan layak untuk posisi tersebut,” tambah Kiai Miftach.

Selaras dengan pesan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa arahan Rais Aam menjadi panduan penting bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika zaman.

Menurutnya, tema Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026, Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa, memiliki keterkaitan erat dengan pesan Rais Aam tentang pentingnya penguatan kesadaran sosial, moralitas publik, dan kualitas kepemimpinan.

“Pesan yang disampaikan Rais Aam menjadi pengingat bahwa menjaga marwah tidak cukup hanya menjaga integritas dan moralitas organisasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui khidmat yang semakin nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah yang juga Ketua PBNU menegaskan bahwa Munas-Konbes NU merupakan forum strategis untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.

Karena itu, ia optimistis forum permusyawaratan para ulama ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian musyawarah dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya.

BACA JUGA  Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan ribuan pondok pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk terus mendukung penguatan peran pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami meyakini pesantren dan Nahdlatul Ulama memiliki peran sangat penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial sebagaimana yang menjadi pesan utama Rais Aam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, para kiai, santri, relawan, dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ahlan wa sahlan kepada seluruh peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Jawa Timur. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh hikmah, dan membawa keberkahan serta kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Berita Terbaru

WhatsApp