Genjot Lompatan Ekonomi, Pemkot Surabaya Dorong Keterbukaan Usaha di Sensus 2026

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genjot Lompatan Ekonomi, Pemkot Surabaya Dorong Keterbukaan Usaha di Sensus 2026.

Genjot Lompatan Ekonomi, Pemkot Surabaya Dorong Keterbukaan Usaha di Sensus 2026.

Editor: Yoyok

Surabaya – Pemkot Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya tancap gas mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Upaya itu ditandai dengan sosialisasi sekaligus pengisian mandiri di Gedung Sawunggaling, Rabu (6/5/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan basis data ekonomi di tengah transformasi digital dan perubahan pola bisnis yang kian cepat. Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan pendataan menyeluruh pelaku usaha nonpertanian yang digelar setiap 10 tahun sekali.

Pelaksanaannya dimulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Sasarannya seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, termasuk sektor ekonomi digital yang terus tumbuh.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya Syamsul Hariadi menegaskan, 2026 menjadi momentum penting arah pembangunan ekonomi.

“Saat ini kita berada dalam fase transformasi ekonomi yang sangat cepat, mulai ekonomi digital, kreatif, hingga berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan, data yang dihimpun bukan sekadar angka statistik. Melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. “Bagi Surabaya, data adalah dasar menentukan arah pembangunan. Apa yang disampaikan pelaku usaha akan sangat menentukan kebijakan ke depan,” jelas dia.

Syamsul mencontohkan, pengalaman pendataan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mampu memotret kondisi masyarakat hingga level rumah tangga. Mulai dari profil penghuni, pendidikan, pekerjaan, hingga kesehatan.

“Kalau ada pengangguran usia produktif, bisa diarahkan ke peluang kerja yang sesuai. Artinya, data itu menjadi alat intervensi kebijakan,” tegasnya.

Melalui sensus ini, pemerintah berharap mendapatkan potret ekonomi yang lebih akurat dan komprehensif. Sekaligus menjadi pijakan menyusun kebijakan yang adaptif di tengah perubahan zaman.

“Dengan data yang kuat, kita tidak hanya merencanakan pembangunan, tapi juga memastikan masa depan,” imbuhnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Sementara itu, Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan menyebut Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, sensus kali ini krusial untuk menangkap perubahan struktur ekonomi, terutama pergeseran ke sektor digital yang belum sepenuhnya terdata.

“Banyak pelaku usaha beralih ke platform digital dan belum seluruhnya terjangkau. Ini tantangan yang harus dijawab,” katanya.

Arrief menjelaskan, data yang dikumpulkan mencakup identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, tenaga kerja, hingga aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset. Namun, seluruh data dijamin kerahasiaannya.

“Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan,” tegasnya.

Untuk menjangkau seluruh potensi ekonomi, BPS akan menurunkan sekitar 1.900 petugas hingga Agustus 2026. Pendataan menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai UMKM hingga usaha besar. Tidak hanya perusahaan, tetapi juga rumah tangga dengan usaha berbasis rumahan dan sektor ekonomi kreatif.

Arrief menilai, peran Surabaya sangat strategis dalam perekonomian Jawa Timur. Kontribusinya mencapai sekitar seperempat ekonomi provinsi.

“Kalau Surabaya bergerak, dampaknya besar terhadap Jawa Timur,” ujarnya.

Dia menegaskan, partisipasi pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan sensus. “Tanpa dukungan pelaku usaha, gambaran ekonomi tidak akan utuh,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau
Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau
Gubernur Khofifah bersaama Wagub Emil Resmikan The Trans Luxury Hotel Surabaya, Optimistis Jadi Gravitasi MICE Jatim
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Dorong Perempuan Jatim Kembangkan Usaha Lewat Kreasi Produk Hantaran
Wagub Emil dan Mentan Amran Dorong Penyerapan Telur Peternak Rakyat di Jatim
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 22:07 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau

Berita Terbaru

WhatsApp