Evaluasi Haji 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Pembenahan Mina dan Apresiasi Petugas

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Makkah – Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Moch Irfan Yusuf menegaskan, evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni pelayanan jemaah di Mina dan penguatan istithaah kesehatan.

Menurut Menhaj Irfan, kedua hal tersebut menjadi perhatian penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah pada musim haji tahun depan. Menhaj mengakui pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan relatif baik, namun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dibenahi.

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengakui Mina memang menjadi lokasi terberat bagi jemaah haji. Meski begitu, Ning Lia mengapresiasi berbagai kebijakan Pemerintah Saudi Arabia. Salah satunya imbauan tegas demi melindungi keselamatan jiwa jemaah dari risiko cuaca panas ekstrem serta kepadatan arus manusia di area pelontaran.

Pihak otoritas Saudi Arabia menekankan agar seluruh anggota jemaah tidak bersikap terburu-buru ataupun memaksakan diri dalam melaksanakan ibadah tersebut. Pengawasan ketat akan diberlakukan, dan pergerakan menuju Jamarat saat malam hari.

“Jika dipaksakan siang hari, dengan waktunya panas seperti itu, pasti banyak jemaah yang tidak kuat. Saya melihat bahwa kebijakan dan pengawasan dari pemerintah Arab Saudi sangat memperhatikan kondisi jemaah di dunia, sampai diperhatikan sesuai fisiknya agar bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Larangan itu juga supaya tidak terjadi penumpukan. Begitupula saat wukuf, semua diperhatikan oleh pemerintah,” katanya, Selasa (2/5/2026).

Sementara itu, saat ini pemerintah kini mulai mencari formula baru yang lebih manusiawi untuk masa depan. Misalnya, dengan tenda bertingkat mengingat area Mina yang secara geografis tidak bisa diperluas lagi.

“Opsi lainnya pernah saya sampaikan sebelumnya optimalisasi skema tanazul yakni memulangkan atau menempatkan jemaah di hotel Makkah saat mabit, bukan di tenda Mina, yang penting adalah wajibnya saja,” kata Ning Lia.

BACA JUGA  Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Dalam kesempatan itu, Ning Lia juga mengapresiasi petugas haji. Ning Lia menyoroti bagaimana para petugas ini sering kali mengabaikan kesehatan mereka sendiri demi memastikan ibadah orang lain berjalan lancar.

“Banyak petugas kita yang saking fokusnya melayani, sampai lupa menjaga kesehatan diri sendiri. Yang lebih menyedihkan, ada fenomena di mana mereka rela merogoh kocek pribadi, mengganti biaya dengan uang sendiri demi bisa mengikuti pelatihan agar bisa melayani jemaah dengan lebih pintar dan cekatan,” ungkap Ning Lia.

Selama pemantauan haji, Ning Lia mengatakan pemahaman taktis di lapangan memang sangat krusial. Petugas dituntut “pintar” membaca situasi misalnya, jika cuaca sedang sangat panas menyengat, petugas harus cerdas membagi waktu pergerakan jemaah agar tidak tumbang akibat sengatan matahari.

“Meski begitu saya melihat dedikasi tinggi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian yang layak terhadap kesejahteraan dan proteksi kesehatan para petugas itu sendiri. Ketiadaan jumlah petugas kesehatan yang ideal juga memperberat beban kerja mereka di lapangan,” kata Ning Lia.

Apalagi, usai ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kemenhaj tetap mendorong petugas haji tetap bekerja keras sampai kepulangan tiba.

“Saya sangat apresiasi petugas haji kita, bayangkan sudah selesai Armuzna tugasnya masih panjang sampai jemaah kita pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat, ini perjuangan luar biasa,” katanya.

Terlebih menjelang fase pemulangan jemaah ke Indonesia, Wakil Menteri Haji dan Umrah sekaligus Naib Amirul Hajj RI Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetap meningkatkan kewaspadaan dalam melayani jemaah meski rangkaian puncak haji Armuzna telah berakhir.

Dahnil juga meminta seluruh petugas bergerak cepat dalam menangani berbagai keluhan yang muncul di lapangan, mulai dari persoalan transportasi hingga layanan pemondokan.

BACA JUGA  Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Menurut Dahnil, berakhirnya fase Armuzna tidak berarti risiko yang dihadapi jemaah ikut berakhir. Justru pada masa setelah Armuzna, kondisi fisik jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, perlu mendapat perhatian lebih karena mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat.

“Saya angkat topi dengan perjuangan petugas haji jemaah Indonesia tahun 2026, sungguh keren perjuangannya,” kata Ning Lia, Keponakan Gubernur Jatim Khofifah tersebut.

Sekedar diketahui, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini sudah mulai fase pemulangan jemaah ke Tanah Air yang dimulai hari ini, 1 Juni hingga 30 Juni 2026. Senin (1/6/2026), Kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama Jemaah Haji Embarkasi Banten akan tiba di Tanah Air pada Selasa (2/6) pukul 09.45 WIB di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sebanyak 390 jemaah haji itu akan diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Senin malam (1/6), Waktu Arab Saudi (WAS) dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Pada fase awal ini, terdapat sebanyak 17 kloter yang dijadwalkan pulang ke Indonesia. Total 6.798 jamaah yang akan diterbangkan secara bertahap.

Pemerintah memastikan seluruh proses kepulangan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam operasional haji tahun ini. Sementara itu, jamaah yang tergabung dalam gelombang kedua masih akan berada di Arab Saudi selama beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, pemulangan jamaah gelombang kedua akan berlangsung pada 16 hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp