Surabaya – Dugaan keracunan yang dialami 19 siswa SDI Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, mendapat sorotan DPRD Sidoarjo. Sekolah diminta memperketat pengawasan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah. Menurutnya, pengawasan terhadap makanan dan minuman di lingkungan sekolah berkaitan langsung dengan kesehatan siswa.
“Pengawasan terhadap makanan yang dijual di lingkungan sekolah berkaitan langsung dengan kesehatan para siswa,” ujar Dhamroni kepada awak media usai Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Selasa (11/8/2026).
Dhamroni juga mendorong sekolah yang belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar segera mengajukan diri. Menurutnya, program tersebut dapat membantu memastikan siswa mendapatkan makanan yang bergizi dan layak konsumsi.
“Kalau sekolah belum mendapatkan MBG, diharapkan pihak sekolah segera melakukan pengajuan agar mendapatkan MBG,” katanya.
Selain mendorong keikutsertaan dalam program MBG, Dhamroni meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap kantin. Makanan dan minuman yang dijual kepada siswa harus dipastikan aman dan tidak mengandung bahan yang berisiko bagi kesehatan.
“Diharapkan sekolah juga mengawasi kantin agar kantin sekolah menyediakan dan menjual makanan dan minuman yang sehat. Jangan kue, makanan dan minuman yang mengandung pengawet yang tidak baik untuk kesehatan anak,” imbuhnya.
Politisi PKB tersebut berharap dugaan keracunan yang dialami 19 siswa tidak kembali terjadi. Ia meminta sekolah lebih serius mengawasi jajanan yang dikonsumsi siswa di lingkungan sekolah.
“Kami meminta sekolah lebih serius mengawasi jajanan siswa dan memastikan makanan serta minuman yang beredar di lingkungan sekolah aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful