Cucu Brawijaya V Prihatin Indeks Demokrasi Indonesia Menurun

Editor Yoyok

- Author

Senin, 4 Mei 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Surabaya – Economist Intelligence Unit (EIU), sebuah lembaga riset milik grup media Inggris, The Economist, kembali merilis Indeks Demokrasi Tahunan untuk Tahun 2026. Indeks otoritatif tersebut mengelompokkan negara ke dalam empat kategori, yaitu Demokrasi Penuh, Demokrasi Cacat, Rezim Hibrida, dan Rezim Otoriter.

Dalam rilis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam kategori flawed democracy (Demokrasi Cacat), karena trennya terus menurun selama empat tahun terakhir. Tahun 2022 skor 6,71, tahun 2023 menurun ke 6,53, tahun 2024 terjun bebas ke 6,44 dan tahun 2025 6,37.

Menyikapi penurunan secara terus-menerus dan berturut-turut tersebut, cucu Prabu Brawijaya V, Firman Syah Ali mengaku prihatin.

“Kita adalah negara besar pewaris nama besar Majapahit, tentu saja kita prihatin negara kita bukan semakin maju tapi malah semakin mundur dalam demokrasi, yang ditandai dengan terus-menerus turunnya Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berdasarkan hasil riset sebuah lembaga riset global yang otoritatif”, ujar Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK), Senin (4/5/2026).

Tapi Ia masih optimis karena predikat Indonesia belum masuk ke Rezim Hibrida. “Tapi kita optimis karena predikat kita masih stagnan di flawed democrazy, belum terperosok ke rezim hibrida. Walaupun jaraknya sudah sangat tipis, tapi yang penting optimis dulu,” kata Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.

Ia mengharap para elit negara bisa berjuang bersama memperbaiki Indeks Demokrasi tersebut.

“Kita berharap para elit negara baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif menyatukan gerak langkah untuk meningkatkan kembali Indeks Demokrasi kita. Menurut saya, hal utama yang harus segera dibenahi untuk saat ini diantaranya adalah hentikan intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis, revitalisasi MK dan KPK, menghapus pasal-pasal karet dalam UU ITE, batasi politik dinasti, berantas politik uang dalam pemilu, tingkatkan perlindungan terhadap jurnalis, tingkatan perlindungan terhadap kebebasan mimbar akademik, tingkatkan meritokrasi internal Partai-partai Politik, serta hentikan ketergantungan para tokoh politik dan pejabat publik kepada kartel/cukong/bandit,” pungkas Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp