ASN Malang Wajib Bersepeda Disorot, Puguh DPRD Jatim: Positif tapi Transportasi Publik Harus Diperkuat

Editor Yoyok

- Author

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Editor: Yoyok

Malang – Kebijakan Wali Kota yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sepeda saat berangkat kerja mendapat beragam respon.

Hal ini direspon datang dari Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya Puguh Wiji Pamungkas menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif, namun perlu diarahkan lebih strategis. Menurutnya, Pemerintah Kota Malang mendorong ASN untuk bersepeda ke kantor sebagai bagian dari upaya penghematan energi sekaligus mendukung gaya hidup sehat.

“Kebijakan ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Puguh mengatakan gagasan tersebut memiliki nilai positif, terutama dalam mendorong pola hidup sehat dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

“Saya pikir gagasan Wali Kota Malang, agar para ASN berangkat kerja menggunakan sepeda itu cukup bagus. Selain hemat, juga menyehatkan,” kata Politisi PKS tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur menyampaikan bahwa kebijakan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai momentum yang lebih besar yaitu memperkuat penggunaan transportasi publik di Kota Malang. Menurutnya, salah satu persoalan utama yang kini berkembang menjadi kota Metropolitan adalah kemacetan lalu lintas akibat ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan.

“Masalah utama kota Malang itu kemacetan. Jumlah kendaraan terus bertambah, sementara ruas jalan terbatas. Solusinya harus bertransformasi ke transportasi publik,” jelas Puguh.

Puguh menyebutkan bahwa momentum penghematan energi ini tidak hanya berhenti pada penggunaan sepeda, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya penggunaan transportasi umum. Ia juga mendorong para ASN menjadi pelopor dalam penggunaan transportasi publik seperti Bus Trans Jatim, Angkot, atau moda transportasi lain yang telah tersedia.

“Para ASN ini bisa menjadi contoh. Kalau mereka mulai menggunakan transportasi publik, saya yakin masyarakat juga akan ikut,” kata dia.

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Menurut Puguh, jika ribuan ASN di kota Malang beralih ke Transportasi publik, dampaknya akan signifikan terhadap pengurangan kemacetan dan konsumsi BBM. Ia pun mengingatkan bahwa kebijakan bersepeda bisa menimbulkan persoalan baru, jika tidak diiringi kesiapan fasilitas dan kondisi ASN itu sendiri.

“Kalau semua ASN diminta naik sepeda, tidak semua punya. Kalau harus beli sepeda, itu justru bisa menjadi beban baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Puguh mengungkapkan penguatan transportasi publik akan memberikan dampak berlapis (triple impact), mulai dari penghematan energi hingga perubahan budaya mobilitas masyarakat.

Jika kebijakan ini berhasil, kata dia, budaya penggunaan transportasi publik bisa meluas ke berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga pekerja swasta.

“Kalau budaya transportasi publik sudah terbentuk, itu kama mengurangi kemacetan, menghemat energi, dan memperkuat sistem transportasi kota secara keseluruhan,” tegasnya.

Puguh berharap pemerintah daerah dapat mengembangkan kebijakan yang lebih terintegrasi.

“Sehingga, tidak hanya bersifat simbolik tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan transportasi di kota Malang,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp