Akses Belum Merata, Puguh DPRD Jatim Sebut Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Hardiknas 2026

Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Editor: Yoyok

Surabaya – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas menilai bahwa kualitas dan pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur menunjukkan capaian yang relatif baik, namun jika ditelaah lebih dalam, sektor pendidikan belum sepenuhnya merepresentasikan kualitas yang diharapkan.

“Kalau kita lihat lebih detail, aspek pendidikan kita masih jauh dari ideal. Harapan lama sekolah di Jawa Timur sekitar 13 tahun, tetapi realitasnya masih sangat sedikit anak-anak yang benar-benar menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi,” ujar Sekretaris Fraksi PKS Jatim ini, Sabtu (2/5/2026).

Ia juga menyoroti rata-rata lama sekolah di Jawa Timur yang masih berada di angka sekitar 8 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang bahkan belum menuntaskan pendidikan dasar secara optimal.

“Ini menjadi catatan serius. Artinya, pendidikan dasar sembilan tahun saja belum sepenuhnya tuntas di lapangan,” tegasnya.

Puguh menilai, tantangan geografis dan disparitas kualitas pendidikan antar wilayah turut memperparah kondisi tersebut. Perbedaan kualitas antara daerah perkotaan dan wilayah pinggiran masih cukup lebar, sehingga berdampak pada ketimpangan akses pendidikan.

“Di daerah pelosok, akses dan kualitas pendidikan sangat berbeda dengan di perkotaan. Ini yang harus menjadi fokus kebijakan pemerintah,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah negeri di tingkat SMA/SMK yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki akses yang mudah dan terjangkau ke sekolah swasta, baik dari sisi biaya maupun kualitas.

BACA JUGA  Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

“Pemerintah harus hadir menjamin akses pendidikan, bukan hanya di sekolah negeri, tetapi juga memastikan sekolah swasta bisa diakses dengan mudah dan terjangkau,” jelasnya.

Puguh juga mengapresiasi program beasiswa dari pemerintah pusat bagi masyarakat kurang mampu, namun ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat intervensi agar angka partisipasi pendidikan terus meningkat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus kebijakan pada penyelesaian masalah mendasar pendidikan, yakni kemudahan akses dari jenjang ke jenjang.

“Harus dipastikan anak lulus SD bisa lanjut SMP, lulus SMP bisa lanjut SMA, dan lulus SMA punya kesempatan ke perguruan tinggi. Itu yang harus jadi fokus utama,” ujarnya.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Puguh berharap menjadi titik kebangkitan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur, baik dari sisi akses, pemerataan, maupun mutu layanan.

“Harapannya, pendidikan di Jawa Timur semakin mudah diakses, semakin berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat serta berdaya saing global,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp