Surabaya – Musim kemarau mulai memicu kekeringan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Kondisi ini berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih di beberapa wilayah sehingga pemerintah daerah (Pemda) diminta meningkatkan langkah antisipasi sejak dini.
Berdasarkan laporan yang berkembang, daerah yang mulai terdampak kekeringan meliputi Bondowoso, Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Trenggalek, hingga Blitar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi semakin meluas apabila intensitas kemarau terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya mitigasi dan deteksi dini terhadap berbagai potensi bencana yang dipicu musim kemarau.
Menurutnya, musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman akibat cuaca yang semakin panas dan kering.
“BPBD perlu melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan kebakaran maupun dampak perubahan iklim. Selain itu, harus terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana,” ujar Zeiniye kepada awak media, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar dampak bencana dapat diminimalkan. “Salah satunya dengan memastikan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan memperoleh penanganan secara cepat sebelum kondisi semakin parah,” jelas dia.
Zeiniye mengungkapkan, sejumlah wilayah kini mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Terkait kekeringan, ada wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air dan terancam kekeringan,” ungkapnya.
Karena itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut meminta BPBD Provinsi Jawa Timur memperkuat koordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota perlu diperkuat, terutama terkait pengiriman bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. Dengan begitu, kebutuhan air minum masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Selain distribusi air bersih, Zeiniye juga berharap pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
