Surabaya – Peluang kerja sama Jawa Timur dan Austria di sektor transportasi, investasi, hingga kebudayaan semakin terbuka. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dengan Duta Besar Austria untuk Indonesia, Alexander Rieger, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua pihak sekaligus menjajaki kolaborasi yang berpotensi memberikan manfaat bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana kunjungan 10 perusahaan terkemuka asal Austria ke Surabaya dalam waktu dekat. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keahlian di bidang teknologi transportasi dan dijadwalkan menjajaki peluang investasi serta kolaborasi pengembangan sistem transportasi modern di Jawa Timur.
Emil menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, Austria merupakan salah satu mitra potensial dari kawasan Eropa yang memiliki keunggulan dalam teknologi, industri, pendidikan, serta seni dan budaya.
“Hubungan ekonomi Austria dengan Indonesia, termasuk Jawa Timur, sudah terjalin dengan baik. Kemitraan ini tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga kebudayaan dan pendidikan,” ujar Emil dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Ia menilai, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Peran tersebut ditopang berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, pertanian, hingga konektivitas antardaerah dan internasional.
Karena itu, modernisasi infrastruktur dan peningkatan efisiensi transportasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi wilayah.
“Modernisasi infrastruktur dan efisiensi moda transportasi publik merupakan prioritas penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta konektivitas ekonomi wilayah,” jelasnya.
Selain penjajakan di sektor transportasi, Emil menilai hubungan Jawa Timur dan Austria masih memiliki ruang luas untuk dikembangkan, terutama dalam perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan infrastruktur.
Data perdagangan Jawa Timur–Austria menunjukkan nilai impor Jawa Timur dari Austria masih lebih besar dibandingkan ekspornya ke negara tersebut.
Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Austria tercatat sekitar 3,25 juta dolar AS, sedangkan nilai impor mencapai 38,46 juta dolar AS. Sementara itu, hingga Juni 2026, ekspor tercatat sekitar 1,09 juta dolar AS dan impor mencapai 24,14 juta dolar AS.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran potensi hubungan ekonomi kedua pihak yang masih dapat dikembangkan. Penjajakan investasi dan kolaborasi industri diharapkan membuka peluang baru bagi penguatan hubungan ekonomi Jawa Timur dan Austria.
Kerja sama kedua pihak tidak hanya berorientasi pada ekonomi. Bidang kebudayaan dan pariwisata juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Emil menyampaikan peluang menghadirkan pertunjukan musik klasik Austria di Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya khazanah seni budaya daerah sekaligus memperkuat pertukaran budaya antara masyarakat kedua pihak.
Austria dikenal luas melalui tradisi musik klasiknya. Menurut Emil, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi seni dan pertunjukan yang melibatkan pelaku kebudayaan di Jawa Timur.
“Begitu pula, kami melihat peluang untuk menghadirkan pertunjukan musik klasik Austria di Jawa Timur,” ungkapnya.
Di sektor pariwisata, Emil menyoroti pengalaman Austria dalam mengelola destinasi pegunungan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Pengalaman tersebut dinilai berpotensi menjadi referensi bagi pengembangan pariwisata Jawa Timur, khususnya dalam pengelolaan kawasan wisata alam secara berkelanjutan.
Pengembangan destinasi, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Dukungan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta sistem pengelolaan yang baik juga diperlukan agar kawasan wisata dapat beroperasi secara optimal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Emil berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi lahirnya berbagai inisiatif konkret yang memperkuat hubungan Jawa Timur dan Austria.
“Saya berharap kunjungan Duta Besar Austria ke Jawa Timur menjadi awal yang baik bagi penguatan hubungan persahabatan dan kerja sama. Semoga komunikasi yang terbangun dapat berlanjut menjadi berbagai inisiatif nyata di bidang ekonomi, kebudayaan, pariwisata, transportasi, dan infrastruktur,” tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia Alexander Rieger menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berharap pertemuan tersebut dapat mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis melalui berbagai misi lanjutan.
Rieger menegaskan, rencana membawa 10 perusahaan Austria ke Jawa Timur merupakan salah satu langkah untuk menjajaki peluang kolaborasi, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi transportasi.
“Terkait infrastruktur transportasi, kami berencana membawa 10 perusahaan ke Jawa Timur untuk menjajaki potensi kerja sama,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Rieger juga menyatakan optimismenya terhadap pengembangan pertukaran budaya antara Austria dan Indonesia. Ia menilai Jawa Timur memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi landasan bagi berbagai bentuk kolaborasi, termasuk di bidang musik dan perfilman.
Sektor pariwisata, khususnya wisata pegunungan dan ekowisata, turut menjadi bidang yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan bersama.
“Kami sangat senang dan berharap dapat terus membuka berbagai peluang kerja sama baru antara Austria dan Jawa Timur,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat