Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis sepeda motor gratis yang digelar serentak oleh 350 SMK di 38 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut digelar Kamis (8/10/2026) dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Program yang digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur itu menargetkan pelayanan terhadap 8.100 sepeda motor. Layanan tersedia di bengkel SMK peserta yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM).
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan mendatangi bengkel SMK peserta terdekat. Proses servis dilakukan oleh siswa bersama guru mata pelajaran TSM dan tenaga profesional dari dunia industri.
Khofifah mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari di sekolah.
“Setiap peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi pengingat bahwa seluruh potensi yang ada harus kembali untuk kemanfaatan masyarakat. Pendidikan vokasi adalah salah satu potensi besar kita. Servis sepeda motor gratis ini menjadi cara agar potensi itu bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Khofifah, Rabu (7/10/2026).
Menurut Khofifah, program tersebut sejalan dengan Nawa Bhakti Satya melalui program Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak. Pembelajaran di SMK, kata dia, harus memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur tahun pelajaran 2026/2027, terdapat 426 SMK dengan konsentrasi keahlian TSM di Jawa Timur. Rinciannya, 97 SMK negeri dan 329 SMK swasta dengan total 57.094 siswa.
“Kita memiliki 426 SMK Teknik Sepeda Motor dengan lebih dari 57 ribu siswa. Ini potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 SMK ikut dalam program servis gratis. Terdiri dari 97 SMK negeri dan 253 SMK swasta dengan total 55.035 siswa TSM.
Sebanyak 19.700 siswa berasal dari SMK negeri, sedangkan 35.335 siswa berasal dari SMK swasta.
Untuk target pelayanan, SMK negeri ditargetkan menangani 2.795 sepeda motor, sedangkan SMK swasta sebanyak 5.305 sepeda motor. Total target layanan mencapai 8.100 unit.
Sejumlah daerah memiliki target pelayanan cukup besar. Kabupaten Malang menjadi daerah dengan target terbanyak yakni 689 unit, disusul Kabupaten Kediri 528 unit, Kabupaten Jember 429 unit, Kabupaten Tulungagung 408 unit, dan Kabupaten Banyuwangi 401 unit.
Khofifah mengatakan keterlibatan SMK dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat membuat pembelajaran vokasi semakin dekat dengan kebutuhan di lapangan. Siswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar bekerja sesuai prosedur dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan.
“Vokasi itu harus dekat dengan praktik. Ketika mereka menangani sepeda motor masyarakat, mereka belajar mendiagnosis masalah, melakukan perawatan, bekerja sesuai prosedur, dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk lulusan yang siap bekerja,” jelasnya.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kedisiplinan dan rasa tanggung jawab siswa dalam memberikan pelayanan. Khofifah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis gratis tersebut pada 8 Oktober.
“Silakan masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Selain mendapatkan servis gratis, kita juga ikut memberi ruang kepada anak-anak SMK untuk belajar dan mengasah keterampilannya. Jadi, Hari Jadi Jawa Timur bukan hanya kita peringati, tetapi juga kita isi dengan manfaat yang bisa dirasakan langsung secara bersama,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat