Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus. Kunjungan tersebut dalam rangka deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB) tingkat Kabupaten Sidoarjo 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (29/9/2026) sore. Rombongan Wamenkes dan Wamendagri RI disambut Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana didampingi Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, serta Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina.
Turut hadir pula Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto dan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan penanganan TB membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, TB merupakan penyakit yang perlu dikendalikan secara bersama-sama.
“TB ini merupakan penyakit di masyarakat dan tidak bisa hanya dikendalikan oleh sektor kesehatan. Strateginya mulai dari tingkat pimpinan daerah sampai masyarakat, jadi kita berkolaborasi,” kata Lakhsmie saat diwawancarai awak media usai acara tersebut.
Lakshmie menjelaskan upaya tersebut diawali dengan regulasi, kemudian dilanjutkan percepatan penanganan di lapangan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut target penemuan kasus TB di Sidoarjo pada tahun 2026 mencapai sekitar 6.400 kasus. Target tersebut ditetapkan Kementerian Kesehatan.
“Kalau untuk penemuan kasus tahun ini, kita menemukan kurang lebih 6.400. Itu target dari Kementerian Kesehatan. Sampai sekarang tercapai sekitar 59 persen,” ujarnya.
Target penemuan kasus tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5.000 kasus. Lakhsmie menegaskan peningkatan target bukan berarti jumlah kasus TB otomatis meningkat, melainkan target penemuan kasus yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kasus TB yang harus ditemukan tahun ini lebih besar daripada tahun kemarin. Tahun kemarin sekitar 5.000, tahun ini kami 6.400. Kenapa naik? Itu target yang diberikan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan Pemkab Sidoarjo terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran TB di tengah masyarakat.
“Di Sidoarjo belum ada dan mudah-mudahan tidak ada. Untuk sementara ini kita antisipasi dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di sekitar. Kita harus lebih waspada,” kata Wabup Mimik.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyampaikan Sidoarjo mendapatkan bantuan pembangunan 15 titik puskesmas. Selain itu, sebanyak 656 kader akan mendapatkan honor dari pemerintah pusat sebesar Rp500 ribu per bulan.
“Kabar baiknya kita mendapatkan bantuan untuk membangun puskesmas sebanyak 15 titik. Kemudian 656 kader akan mendapatkan honor dari pemerintah pusat sebesar Rp500 ribu per bulan,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo itu.
Wabup Mimik juga menyebut terdapat bantuan senilai Rp132 miliar yang nantinya akan dibahas bersama Bupati Sidoarjo terkait lokasi pemanfaatannya.
“Untuk bantuan sebesar Rp132 miliar, nanti kita bicarakan dengan Pak Bupati, apakah dialihkan ke Sedati atau Sibar. Yang penting lahannya masih luas,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat