Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama hadir acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya. (dok. istimewa)

Senator DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama hadir acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya. (dok. istimewa)

Surabaya – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya, berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan santri untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun karakter dan akhlak di tengah perkembangan zaman.

Senator DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia turut hadir dalam kegiatan tersebut. Senator yang dikenal dekat dengan generasi muda itu tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga menyempatkan diri berdialog dan berbaur dengan para mahasiswa yang tinggal di lingkungan pesantren.

Menurut Ning Lia, Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai yang dicontohkan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, menghormati sesama hingga membangun karakter yang kuat.

“Maulid Nabi adalah momentum bagi kita untuk kembali belajar tentang akhlak Rasulullah. Terlebih bagi generasi muda dan mahasiswa, ilmu yang tinggi harus berjalan beriringan dengan adab dan akhlak yang baik,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Senator pecinta batik itu menilai, keberadaan pondok pesantren mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sebab, mahasiswa tidak hanya dituntut mengejar prestasi akademik di perguruan tinggi.

“Lebih dari itu, mereka juga ditempa untuk hidup mandiri, disiplin, bertanggung jawab serta mampu membangun kebersamaan dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ning Lia menyebut tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat mahasiswa membutuhkan fondasi nilai yang kuat.

Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengikis karakter dan nilai-nilai kehidupan.

BACA JUGA  Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar

“Generasi sekarang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Karena itu, keteladanan Rasulullah tetap sangat relevan. Bagaimana menjaga ucapan, menghormati orang lain, menyampaikan sesuatu yang baik, dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar,” tuturnya.

Ning Lia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan sebagai ruang untuk memperluas pengalaman dan membangun jejaring. Menurut Ning Lia, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah.

Pengalaman berorganisasi, kehidupan bermasyarakat, aktivitas di pesantren hingga berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang juga menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan mahasiswa.

Suasana Maulid Nabi di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah pun berlangsung hangat. Kebersamaan mahasiswa, santri dan para tamu menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Bagi Ning Lia, pesantren mahasiswa memiliki posisi istimewa karena menjadi ruang pertemuan antara tradisi keilmuan perguruan tinggi dan pendidikan karakter khas pesantren.

Ia berharap mahasiswa yang tumbuh di lingkungan pesantren kelak tidak hanya memiliki kapasitas akademik yang mumpuni, tetapi juga mempunyai kepekaan sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ilmu menjadi semakin bermakna ketika membawa manfaat bagi orang lain. Semangat itulah yang harus terus kita jaga, termasuk melalui keteladanan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”
Polresta Sidoarjo Gandeng Ojol Jaga Kamtibmas, Dibuka dengan Pembagian Paket Sembako
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Berita Terbaru

WhatsApp