Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka. (Dok. Istimewa)

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia, menemui mahasiswa baru di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya. Bukan dalam suasana formal, Ning Lia memilih berbincang layaknya seorang kakak dengan adik.

Para mahasiswa baru itu diketahui sudah sekitar sebulan tinggal di lingkungan asrama. Mereka mulai menjalani kehidupan jauh dari keluarga sekaligus belajar mandiri.

Ning Lia pun mendengarkan cerita para mahasiswa tentang pengalaman mereka selama tinggal di asrama. Mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, mengurus kebutuhan sehari-hari, mencari teman, hingga pengalaman sederhana seperti harus mengantre kamar mandi.

Salah satu mahasiswa yang bercerita adalah Widya Alfa Rohman, mahasiswa asal Bojonegoro. Dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama sebulan tinggal di asrama.

“Pengalaman pertama kali saya berada di asrama ini benar-benar mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pengalaman baru. Karena saya juga dari luar Kota Surabaya, memang ada perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Widya, Selasa (8/9/2026).

Meski harus tinggal jauh dari keluarga, Widya mengaku tidak terlalu kesulitan menjalani kehidupan mandiri. Dia sebelumnya pernah mondok sehingga sejumlah aktivitas seperti mencuci pakaian dan mengurus kebutuhan sendiri sudah terbiasa dilakukan.

“Alhamdulillah tidak kesulitan karena sebelumnya saya sudah pernah mondok. Jadi kegiatan seperti mencuci baju sendiri sudah sering saya lakukan,” ujarnya.

Namun, Widya menemukan tantangan lain saat beradaptasi di Surabaya. Salah satunya terkait bahasa dalam percakapan sehari-hari.

“Mungkin yang sedikit menjadi kesulitan itu bahasa. Ada sedikit perubahan bahasa dari Bojonegoro ke Surabaya,” tuturnya.

Cerita serupa disampaikan mahasiswa baru lainnya, Fahima Nudinia. Selama tinggal di asrama, Fahima mengaku justru senang karena bisa mendapatkan banyak teman baru.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan JLS dan Trans Jatim untuk Konektivitas Wilayah Selatan

“Teman-temannya baik-baik. Interaksi dengan teman juga menyenangkan,” kata Fahima.

Saat ditanya soal kesulitan menjalani kehidupan mandiri, Fahima mengaku tidak menemukan kendala berarti. Pengalaman pernah mondok membuatnya cukup mudah beradaptasi dengan kehidupan pesantren.

Meski begitu, ada satu hal sederhana yang menurutnya cukup terasa dalam keseharian, yakni harus berbagi fasilitas dengan penghuni asrama lainnya.

“Kalau kesulitan tidak terlalu, karena dulu pernah mondok juga. Tapi yang paling terasa itu antre, terutama antre kamar mandi,” ujarnya.

Cerita tentang bahasa, pertemanan hingga antre kamar mandi itu menjadi bagian dari pengalaman para mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan di asrama.

Bagi mereka, tinggal jauh dari keluarga bukan hanya soal mengikuti perkuliahan. Mereka juga belajar mengatur waktu, memenuhi kebutuhan sendiri, berbagi fasilitas, membangun pertemanan, serta beradaptasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah.

Ning Lia mengatakan pengalaman keseharian mahasiswa penting untuk didengar. Menurutnya, proses membangun kemandirian dan karakter generasi muda juga dapat terlihat dari berbagai persoalan sederhana yang mereka hadapi setiap hari.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Ning Lia lebih banyak bertanya dan mendengarkan cerita para mahasiswa.

Sebulan berada di asrama memang belum cukup untuk menggambarkan seluruh dinamika kehidupan pesantren. Namun, dari mencuci pakaian sendiri, beradaptasi dengan bahasa baru, mendapatkan teman hingga belajar sabar mengantre kamar mandi, para mahasiswa mulai belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo
Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura
Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi
Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan
Zahlul DPRD Sidoarjo Soroti Kedisiplinan 1.500 Pengendara dalam Motoran Santun
Senator Lia Istifhama Jadi Pembina Solidaritas KING, Dorong Potensi Lokal Nganjuk Makin Dikenal
Anak Disabilitas Jadi Korban Perundungan hingga Meninggal, Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Deteksi Dini
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:07 WIB

600 Personel Gabungan Tertibkan 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Keadilan Pembagian Dana Cukai untuk Madura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ning Lia Ajak Generasi Muda Jadikan Hari Santri Nasional sebagai Momentum Kebangkitan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 196 KK Terdampak Kekeringan di Ngawi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo di Pasuruan, Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Relawan

Berita Terbaru

WhatsApp