Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung memastikan warga terdampak kekeringan air bersih di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung memastikan warga terdampak kekeringan air bersih di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. (Dok. Humas Pemprov)

Pasuruan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bergerak menangani krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Sebanyak 45 unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter disalurkan Pemprov Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga yang terdampak kekeringan di empat kecamatan.

Penyaluran bantuan dilakukan Khofifah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026).

“Bantuan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pasuruan 45 unit tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 unit jeriken berkapasitas 15 liter,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Empat kecamatan yang menjadi sasaran penanganan yakni Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak, mencapai 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga. Disusul Pasrepan sebanyak 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga, Kejayan 1.743 jiwa atau 549 keluarga, serta Winongan 1.443 jiwa atau 481 keluarga.

Penanganan di Lumbang juga diperkuat BPBD Kabupaten Pasuruan. Selain distribusi air bersih menggunakan armada berkapasitas 6.000 liter, BPBD menyiapkan tiga tandon berkapasitas 1.200 liter dan 50 jeriken berkapasitas 15 liter.

BPBD juga mengerahkan tiga truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter untuk mendukung distribusi air kepada warga.

Khofifah menegaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan. Kehadiran Pemprov Jatim, kata dia, untuk memperluas jangkauan pelayanan agar masyarakat yang kesulitan air lebih mudah memperoleh bantuan.

“Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau,” jelasnya.

BACA JUGA  Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar

Pemprov Jatim juga membagikan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

Hingga 5 September 2026, tercatat 20 kabupaten di Jawa Timur telah melaksanakan dropping air bersih. Daerah tersebut meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan dalam status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status tersebut ditetapkan Pemprov Jatim melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026.

Status siaga darurat berlaku selama 133 hari dan mencakup 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan di wilayah masing-masing.

Pemprov Jatim pun terus memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Tak hanya mengandalkan dropping air bersih, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah lain untuk mengatasi kekeringan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Khofifah menyebut potensi awan mulai bergerak memasuki wilayah daratan. Jika kondisi awan dinilai memenuhi syarat, OMC akan dilakukan untuk memicu hujan.

“Selain bantuan berupa dropping air dan tandon, Pemprov Jatim akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Awan sudah mulai masuk di beberapa titik. Jika potensial, maka akan dilakukan OMC agar ada hujan yang bisa diakses dari awan yang sedang bergerak,” ujarnya.

“Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan untuk melakukan OMC dan berpotensi menjadi hujan,” imbuh Khofifah.

BACA JUGA  Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”

Di tengah penanganan kekeringan, Khofifah juga mengajak masyarakat dan tokoh agama di Pasuruan memperkuat ikhtiar melalui doa bersama. Ia berharap hujan segera turun sehingga tekanan kekeringan yang dirasakan masyarakat dapat berkurang.

“Pasuruan termasuk kota maupun kabupaten religius, saya berharap seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama melakukan salat istisqa untuk meminta hujan supaya ikhtiar kita dikabulkan Allah,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam menangani kekeringan di wilayahnya. Menurutnya, terdapat delapan desa yang setiap tahun menghadapi persoalan kekurangan air ketika musim kemarau tiba.

Distribusi air dan penggunaan tandon menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, Pemkab Pasuruan terus mencari solusi permanen agar delapan desa tersebut tidak lagi mengalami persoalan serupa setiap musim kemarau.

“Sudah minta tolong Gubernur Jawa Timur, insyaallah bantuan dari Provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau,” ungkap Rusdi.

Bantuan tersebut pun dirasakan langsung masyarakat. Firtria, 35, warga Kecamatan Lumbang, mengatakan distribusi air dari Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jatim sangat membantu warga.

Sebelumnya, ketika tidak mendapatkan kiriman air, warga harus membeli air bersih dengan harga sekitar Rp150 ribu. Pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Senang sekali dan sangat bermanfaat bagi kami untuk minum, masak dan kebutuhan lainnya. Sedangkan uang yang biasa untuk membeli air bisa digunakan lain seperti anak sekolah dan kebutuhan di rumah,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”
Polresta Sidoarjo Gandeng Ojol Jaga Kamtibmas, Dibuka dengan Pembagian Paket Sembako
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Berita Terbaru

WhatsApp