Wagub Emil Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menjadi narasumber dalam Indonesia's Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Kantor Bappenas RI, Jakarta. (Dok. Humas Pemprov)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menjadi narasumber dalam Indonesia's Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Kantor Bappenas RI, Jakarta. (Dok. Humas Pemprov)

Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong transformasi ekonomi hijau tidak berhenti pada isu lingkungan. Menurutnya, perubahan menuju ekonomi berkelanjutan harus mampu membuka lapangan kerja yang inklusif sekaligus berkualitas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Emil saat menjadi narasumber dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Kantor Bappenas RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

“Green Jobs menjadi bagian penting dari arah pembangunan Jawa Timur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Emil dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Emil menyambut baik pelaksanaan Program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (Gesit) yang merupakan kolaborasi Bappenas RI dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan pemerintah Jerman melalui GIZ.

Jawa Timur bersama Riau ditunjuk Bappenas untuk melaksanakan Program Gesit yang berlangsung pada Januari 2024 hingga Juni 2028. Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Kemnaker dengan pemerintah Jerman melalui GIZ.

Menurut Emil, Program Gesit berperan penting dalam memetakan kebutuhan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan ekonomi hijau. Pemetaan tersebut sekaligus menjadi dasar untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia Jatim menghadapi perubahan dunia kerja.

“Melalui program ini kita memetakan apa saja kebutuhan skill yang harus disiapkan secara proaktif oleh Dinas Tenaga Kerja,” katanya.

Emil mengapresiasi cakupan Program Gesit yang tidak hanya menyasar tenaga kerja dengan latar belakang akademis tinggi. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.

“Kami berterima kasih program ini bukan saja menyasar yang sifatnya akademis tingkat tinggi, tetapi juga vokasi,” jelasnya.

Hasil pemetaan kebutuhan green jobs melalui Program Gesit, lanjut Emil, mulai diarusutamakan dalam dokumen perencanaan pembangunan Jawa Timur. Kebutuhan pengembangan kompetensi tenaga kerja tersebut telah diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur 2027.

Sementara itu, konsep green jobs juga telah masuk dalam arah pembangunan daerah. Penerapan ekonomi hijau diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara economic output, environmental output, dan job output.

“Di Jawa Timur vokasi kami sudah mengintegrasikan ini ke dalam RKPD 2027. Karena ini merupakan dokumen perencanaan, kami betul-betul mengarusutamakan apa yang menjadi temuan dari kajian Gesit ini ke dalam sebuah tindakan nyata melalui program-program kita,” ungkapnya.

BACA JUGA  Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Pemprov Jatim selanjutnya akan mendorong hasil green jobs mapping agar memberikan manfaat langsung terhadap penguatan program ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi.

Sejumlah program seperti Balai Latihan Kerja (BLK), pendidikan vokasi SMK, hingga program Dinas Tenaga Kerja Jatim dinilai menjadi instrumen penting untuk menyiapkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan ekonomi hijau.

“BLK-BLK kami, program SMK kami, program-program di Dinas Tenaga Kerja kami tentu akan sangat merasakan manfaat dari green jobs mapping yang dilakukan melalui Program Gesit ini,” tuturnya.

Dalam paparannya, Emil menegaskan komitmen Jatim terhadap green jobs telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Di antaranya melalui RPJPD Jawa Timur 2025–2045 yang menempatkan penerapan ekonomi hijau sebagai salah satu arah pembangunan jangka panjang serta RPJMD Jawa Timur 2025–2029 yang mengusung ekonomi hijau dan biru.

“Green Jobs bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan transformasi ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ketersediaan pekerjaan yang berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan bumi,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov Jatim terus membangun ekosistem green jobs melalui rantai kebijakan yang menyelaraskan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia. Penyelarasan itu dinilai penting agar tenaga kerja Jatim mampu memenuhi kebutuhan keterampilan baru pada sektor-sektor ekonomi hijau.

Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong penciptaan green jobs.

Sinergi dibutuhkan antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, pekerja, komunitas, hingga mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat transisi menuju ekonomi hijau berlangsung adil sekaligus membuka peluang kerja lebih luas.

Emil memaparkan konsep Lima Mesin Green Jobs sebagai kerangka penggerak penciptaan pekerjaan hijau di Jawa Timur.

“Lima mesin green jobs didukung oleh kebijakan pembangunan, penguatan industri, peningkatan kompetensi SDM, serta keterhubungan antara kebutuhan dunia kerja dan transformasi ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA  Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut Emil, green jobs menjadi instrumen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Green Jobs adalah cara memastikan transformasi ekonomi bekerja untuk manusia dan bumi. Jawa Timur siap memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, pendidikan, pekerja, komunitas, dan seluruh mitra pembangunan untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif,” pungkasnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi perubahan paradigma, khususnya di sektor energi.

Ketergantungan terhadap energi fosil mulai bergeser menuju penggunaan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap green jobs.

“Transisi energi tersebut akan membutuhkan semakin banyak green jobs atau lapangan kerja hijau. Ini bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga merupakan kesempatan besar yang harus kita tangkap dan persiapkan bersama,” ujarnya.

Rachmat menilai peluang green jobs ke depan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri. Indonesia juga memiliki peluang mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja hijau di tingkat global.

Karena itu, seluruh pihak didorong terlibat dalam membangun ekosistem green jobs. Indonesia, kata dia, harus menjadi salah satu negara yang paling siap menyediakan tenaga kerja hijau yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri masa depan.

“Bersama pemerintah Jerman, kita akan mempersiapkan hal ini secara lebih intensif, sistematis, dan terorkestrasi dengan baik. Roadmap green jobs ini akan menjadi acuan lintas kementerian dan lembaga menyiapkan tenaga kerja hijau tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi agenda bersama yang terintegrasi,” tegas Rachmat.

“Kita tidak hanya ingin menyiapkan green jobs untuk kebutuhan Indonesia, tetapi juga mengambil bagian dalam menyiapkan tenaga kerja hijau yang dapat berkontribusi bagi dunia, menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Selain Emil, konferensi tersebut juga menghadirkan Direktur Human Resource Corporate PT Alkindo Naratama Rahmat Yulianto dan Presiden Direktur PT Siemens Energy Indonesia Andilo Harahap sebagai narasumber.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi
Khofifah Ajak IKA UNAIR Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian
8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara
Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN, 290 Perusahaan Ditutup
BGN Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027, Anggaran Rp373,3 Miliar Disiapkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:25 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIB

Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perdamaian

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, 4 Bandara Ditutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 04:18 WIB

Bertemu Dubes AS untuk ASEAN, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

WhatsApp