Aklamasi! Emil Dardak Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Jatim, Didukung 40 Pemegang Hak Suara

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musda VII melalui Musdalub Partai Demokrat Jawa Timur di Hotel Novotel Samator. (Dok. Istimewa)

Musda VII melalui Musdalub Partai Demokrat Jawa Timur di Hotel Novotel Samator. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Musyawarah Daerah (Musda) VII melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat Jawa Timur resmi berakhir, Sabtu (29/8/2026). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendapat dukungan penuh dari 40 pemegang hak suara untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031.

Dukungan tersebut membuat Emil menjadi calon tunggal dan diusulkan secara aklamasi kepada DPP Partai Demokrat untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Musda bukan sekadar agenda administratif untuk memilih ketua baru. Forum tersebut harus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang.

“Musda ini jangan hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang. Tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” kata Herman.

Musda VII Demokrat Jatim mengusung tema konsolidasi partai, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengikuti jalannya kegiatan secara daring melalui Zoom.

Menurut Herman, Jawa Timur memiliki posisi strategis bagi Demokrat. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah pemilih Demokrat terbesar kedua setelah Jawa Barat.

Ia mengingatkan, Demokrat pernah meraih 27 kursi DPR RI dan 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Capaian tersebut dinilai masih terbuka untuk kembali diraih melalui konsolidasi organisasi yang kuat.

“Ini adalah sebuah prestasi yang apakah bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Dalam Musdalub kali ini, Emil menjadi satu-satunya kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim. Dukungan diberikan seluruh pemilik hak suara yang terdiri atas ketua DPC, gabungan organisasi sayap (orsap), dan unsur DPP Partai Demokrat.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

“Calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara,” ungkap Herman.

Herman juga memastikan DPP Demokrat tidak menggunakan diskresi ketua umum dalam proses pemilihan Ketua DPD Demokrat Jatim. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa Demokrat memberikan ruang demokrasi yang luas kepada kader di daerah.

“Sampai hari ini pelaksanaan Musda ke-18 kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Emil Elestianto Dardak menyatakan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Jawa Timur. Usai mendapat dukungan penuh dalam Musda, Emil menyebut proses berikutnya adalah pembentukan tim formatur. Formatur terdiri atas unsur DPP, DPD demisioner, serta perwakilan DPC.

Karena Partai Demokrat Jatim memiliki lebih dari 10 DPC, jumlah anggota formatur ditetapkan sebanyak tujuh orang. Penetapan anggota formatur nantinya menjadi kewenangan BPOKK DPP Partai Demokrat.

“Ketua apabila nanti ditetapkan akan menjadi ketua formatur, tetapi penetapan anggota formaturnya oleh BPOKK-DPP,” ujar Emil.

Hasil Musda VII Demokrat Jatim juga langsung dikirimkan ke DPP pada hari yang sama. Selanjutnya, proses penetapan ketua akan mengikuti mekanisme internal partai.

Emil berharap seluruh rangkaian proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. “Ditargetkan tahun ini bisa lebih ringkas dan lebih cepat,” ujarnya.

Dalam kepengurusan mendatang, Emil juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada kader dari berbagai generasi. Menurutnya, tidak ada batasan usia bagi kader yang memiliki loyalitas, semangat, dan kapasitas untuk menduduki posisi strategis di partai.

“Kita tidak ingin terlalu membeda-bedakan untuk generasi. Tetapi hari ini dapat saya katakan bahwa kader-kader kita ini mewakili berbagai generasi,” imbuhnya.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Emil mencontohkan komposisi Fraksi Demokrat di DPRD Jawa Timur. Dari 11 anggota DPRD Jatim dari Demokrat, delapan di antaranya merupakan anggota baru. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya regenerasi di tubuh partai tanpa mengesampingkan pengalaman kader senior.

“Jadi, tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” tegasnya.

Untuk Pemilu mendatang, Emil memasang target besar. Ia ingin Partai Demokrat dapat memiliki keterwakilan di DPR RI dari seluruh daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur.

“Kita ingin setiap penjuru Jawa Timur itu terwakili di Senayan,” ungkapnya.

Emil mengatakan target tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan janji politik. Kinerja kader yang saat ini menduduki jabatan legislatif maupun eksekutif harus menjadi bukti kepada masyarakat. 

Menurutnya, kader Demokrat yang telah memperoleh amanah di DPRD harus mampu menunjukkan kerja nyata sehingga masyarakat semakin mengenal dan mempercayai Partai Demokrat.

“Kita berikhtiar, tetapi tetap menjaga kebersamaan dengan seluruh elemen warna partai yang ada di Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Hari Jadi ke-81 Jatim, Puguh DPRD Jatim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp