Musda Demokrat Jatim Digelar, Sekjen Herman Sebut Emil Dardak Calon Tunggal Ketua DPD

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menghadiri Musda VII Demokrat Jawa Timur di Hotel Novotel Samator. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menghadiri Musda VII Demokrat Jawa Timur di Hotel Novotel Samator. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Surabaya – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 melalui Musdalub. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut Musda tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat organisasi dan menghadapi agenda politik ke depan.

Musda digelar dengan tema konsolidasi Partai Demokrat, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut hadir secara daring melalui Zoom.

“Musda ini jangan hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang. Tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” kata Herman saat ditemui awak media usai pembukaan Musda VII di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Herman menegaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis bagi Partai Demokrat. Jatim merupakan provinsi dengan jumlah pemilih Demokrat terbesar kedua setelah Jawa Barat.

Ia menyebut Demokrat pernah meraih 27 kursi DPR RI dan 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat kembali diraih jika konsolidasi organisasi berjalan optimal.

“Ini adalah sebuah prestasi yang apakah bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Dalam Musda Demokrat Jatim kali ini, Emil Elestianto Dardak menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Herman mengatakan Emil mendapat dukungan dari para pemilik suara.

Pemilik hak suara dalam Musda tersebut terdiri atas para ketua DPC, gabungan organisasi sayap (orsap), serta DPP Partai Demokrat.

“Calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara,” ungkap Herman.

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Herman mengatakan DPP Demokrat tidak menggunakan diskresi ketua umum dalam proses Musda tersebut. Menurutnya, partai memberikan ruang demokrasi yang cukup luas bagi kader di tingkat daerah.

“Sampai hari ini pelaksanaan Musda ke-18 kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” jelasnya.

Dengan hanya ada satu kandidat, Herman memperkirakan proses Musda Demokrat Jatim dapat berlangsung lebih cepat. Setelah kepemimpinan DPD terbentuk, partai akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat DPC.

Saat ditanya mengenai Pilgub Jatim 2031, Herman menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini. Ia mengatakan Demokrat saat ini lebih fokus memastikan pemerintahan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak berjalan sukses.

“Pilgub itu nanti 2031, menurut saya masih jauh. Namun, yang terpenting sekarang adalah sukses dulu. Pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil ini sukses dulu untuk bisa menjalankan program-programnya,” katanya.

Herman menyebut Demokrat berkomitmen mengawal pemerintahan Khofifah-Emil agar program pembangunan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat Jawa Timur.

“Kesuksesan itu dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” imbuhnya.

Herman juga menilai sejumlah indikator pembangunan Jawa Timur menunjukkan tren positif. Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, penurunan kesenjangan, hingga perkembangan sektor pendidikan.

“Alhamdulillah, saya kira Jawa Timur termasuk yang pertumbuhan ekonominya sangat baik. Kesejahteraannya meningkat, kesenjangannya menurun, tingkat pendidikan juga semakin baik,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp