Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah: Muslimat Harus Teduhkan Peradaban dan Rawat Persaudaraan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Harlah Muslimat ke-80 di Pontianak. (Dok. Humas Pemprov)

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Harlah Muslimat ke-80 di Pontianak. (Dok. Humas Pemprov)

Pontianak – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Wilayah Muslimat NU Kalimantan Barat di Asrama Haji Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Di hadapan ribuan kader Muslimat NU se-Kalimantan Barat, Khofifah kembali menggaungkan seruan perdamaian dunia. Muslimat NU, kata dia, berkomitmen mengambil peran dalam menjaga perdamaian sekaligus merawat persaudaraan di tengah masyarakat.

Seruan tersebut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan secara serentak oleh Muslimat NU dalam setiap peringatan Harlah di berbagai daerah.

“Yang dilakukan di setiap Harlah Muslimat NU antara lain membacakan surat yang isinya seruan perdamaian, hentikan peperangan. Surat itu di semua titik kita tunjukkan kepada PBB,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Khofifah yang juga Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, seruan tersebut merupakan bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Pesan itu, lanjut dia, sejalan dengan tema Harlah ke-80 Muslimat NU, yakni “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban.”

“Perdamaian dunia adalah tujuannya kita bersama dan meneduhkan peradaban adalah jalannya untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Menurut Khofifah, konsep meneduhkan peradaban berarti menciptakan kehidupan yang adem, kondusif, toleran, bijak, serta menjauhkan masyarakat dari sikap panas dan radikal.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan dialog, toleransi, keadilan dan kemandirian. Persatuan juga harus terus diperkuat dengan membangun kebersamaan, bukan memperlebar perpecahan.

“Kalau peradabannya sudah teduh maka konflik bisa diredam sebelum pecahnya peperangan, dan perdamaian jadi lebih mudah dijaga,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, Muslimat NU terus berupaya agar seruan perdamaian tersebut dapat disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Menurut dia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri agar Muslimat NU memperoleh kesempatan menyampaikan seruan perdamaian secara langsung kepada PBB.

“Seruan damai, seruan untuk hentikan perang itu adalah seruan dari semua Muslimat di mana saja mereka Harlah. Itu yang disampaikan,” tegas Khofifah.

Peran Muslimat NU

Khofifah menyebut Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berfokus pada penguatan keluarga dan umat. Organisasi tersebut juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.

“Muslimat NU tidak hanya merawat tradisi dan menguatkan kemandirian umat, tetapi juga hadir meneduhkan peradaban melalui pesan-pesan damai,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk terus menyemai kedamaian, menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi perempuan terbesar di dunia, Khofifah berharap Muslimat NU dapat terus memperluas pesan perdamaian hingga ke tingkat internasional.

“Dari peradaban yang meneduhkan, lahir seruan perdamaian yang didengar dunia,” tegasnya.

Khofifah mengatakan, seruan kepada PBB untuk menghentikan peperangan merupakan ikhtiar sekaligus harapan agar perdamaian dunia terus diperjuangkan.

Namun, perjuangan tersebut tidak berhenti pada seruan di tingkat internasional. Kerja-kerja Muslimat NU di akar rumput melalui pendidikan, pengembangan UMKM, dakwah, istighosah dan salawat juga menjadi fondasi dalam membangun peradaban yang teduh.

Dengan demikian, pesan perdamaian tidak hanya disampaikan melalui seruan kepada dunia internasional, tetapi juga diwujudkan lewat kerja nyata di tengah masyarakat. Penguatan keluarga, kemandirian ekonomi, pendidikan dan kehidupan keagamaan menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan sekaligus mencegah konflik.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh anggota Muslimat NU yang hadir melantunkan salawat bersama.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Garuda Pancasila.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp