Harga Daging Sapi di Sidoarjo Tembus Rp130 Ribu, Disperindag Ungkap Penyebabnya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Daging Sapi di Sidoarjo Tembus Rp130 Ribu, Disperindag Ungkap Penyebabnya. (Dok. Istimewa)

Harga Daging Sapi di Sidoarjo Tembus Rp130 Ribu, Disperindag Ungkap Penyebabnya. (Dok. Istimewa)

Sidoarjo – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp130 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih melemah.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus mengatakan kenaikan harga daging sapi dipengaruhi terbatasnya stok sapi siap potong setelah momentum Idul Adha.

“Harga sapi memang masih relatif tinggi pasca-Idul Adha. Banyak sapi terserap untuk kebutuhan kurban sehingga stok di pemotongan hewan terbatas. Sapi yang siap dipotong di masyarakat berkurang. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga daging sapi di pasaran,” ujar Happy kepada DigitalJatim.com, Senin (10/8/2026).

Happy mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan harga dan kondisi pasokan di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Menurutnya, permintaan daging sapi masih cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan pesta, acara, dan warung makan.

“Saat ini kami cek ke sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Rata-rata masyarakat membeli daging untuk pesta, acara maupun kebutuhan warung,” katanya.

Ia menyebut kondisi stok sapi siap potong menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga daging sapi bergerak naik. Setelah banyak sapi terserap untuk kebutuhan kurban, pasokan belum sepenuhnya kembali normal.

“Ketika stok sapi kita tidak ada, ya pastilah (harga naik). Karena kondisinya ini masih menunggu pengadaan dan pasokan kembali,” jelas Happy.

Happy mengatakan pemerintah masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait upaya menjaga pasokan dan harga daging sapi. Namun, intervensi terhadap harga daging sapi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Upayanya yang kami lakukan, kalau dari pertanian, daging itu kan protein. Mungkin masyarakat juga bisa bergeser ke produk yang lain, seperti ikan, ayam dan telur,” tuturnya.

Menurutnya, harga telur saat ini justru mulai mengalami penurunan. Karena itu, masyarakat dapat memilih sumber protein alternatif selama harga daging sapi masih tinggi.

“Telur kan sekarang lagi turun. Kalau kita intervensi ke dagingnya, kayaknya belum bisa. Masih proses,” kata dia. 

Happy menjelaskan persoalan pasokan daging sapi tidak hanya terjadi di Sidoarjo. Daerah lain juga menghadapi kondisi serupa setelah tingginya penyerapan sapi untuk kebutuhan Idul Adha.

Ia menyebut kebutuhan daging sapi di Sidoarjo relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut membuat kenaikan harga daging sapi di Sidoarjo menjadi lebih mendapat perhatian.

“Ini sebenarnya permasalahan bukan hanya Sidoarjo saja, daerah lain pun sama. Tetapi mungkin kebutuhan daging di Sidoarjo lebih tinggi daripada daerah lain. Mungkin itu yang menjadikan Sidoarjo ramai soal daging,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

WhatsApp