Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Sabtu, 26 September 2026 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah, Arab Saudi. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah, Arab Saudi. (dok. Humas Pemprov)

Jeddah – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah, Arab Saudi. Kegiatan tersebut mencatat potensi transaksi mencapai Rp6.716.785.201.275 atau sekitar Rp6,7 triliun.

Misi dagang yang digelar Kamis (24/9/2026) itu mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan perusahaan dan calon mitra bisnis dari Arab Saudi. Forum tersebut juga membahas industri halal serta peluang penyediaan kebutuhan pendukung ibadah haji dan umrah.

Sejumlah komoditas yang ditawarkan antara lain briket dan arang kayu, suku cadang kendaraan, lembaran kaca, kertas, baterai dan aki, produk plastik, bahan kimia, minyak sawit olahan, fesyen, mesin dan peralatan industri, pakan ternak, susu dan olahannya, kopi, teh, jamu, rempah-rempah, kerupuk, sambal, olahan daging dan ikan, rendang, dendeng, bumbu pecel dan gado-gado, tuna kaleng, hingga alpukat.

Khofifah mengatakan potensi transaksi tersebut merupakan hasil dari proses kurasi, business matching secara daring, hingga pertemuan bisnis secara langsung.

“Dari proses kurasi, business matching secara daring yang dilakukan berkali-kali, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp6,7 triliun,” kata Khofifah dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Dia berharap berbagai komitmen bisnis tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan memperhatikan kebutuhan produk, kapasitas pasokan, serta regulasi yang berlaku di Indonesia dan Arab Saudi.

“Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi komitmen bersama dapat kita tindak lanjuti dengan tetap memperhatikan dinamika regulasi di kedua negara,” ujarnya.

Khofifah juga menawarkan Jawa Timur sebagai salah satu basis pengembangan rantai pasok produk dan logistik pendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Menurutnya, peluang tersebut didukung posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, dan logistik. Jawa Timur juga memiliki ekosistem industri halal yang terus berkembang.

“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang cukup lengkap. Ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan dengan Arab Saudi, termasuk dalam penjajakan rantai pasok produk dan logistik pendukung penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.

Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), satu kawasan industri halal, 37 pelabuhan, tujuh bandara, dan 12 ruas jalan tol.

Pelabuhan Tanjung Perak disebut melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional. Khofifah menyebut hampir 80 persen kebutuhan logistik untuk 19 provinsi di kawasan Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.

“Jawa Timur tidak hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan distribusi. Ini yang kami tawarkan sebagai bagian dari rantai pasok regional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi,” katanya.

Salah satu produk yang dinilai berpeluang masuk pasar Arab Saudi dan Timur Tengah adalah fesyen berbasis wastra dan bordir.

“Wastra dan bordir Jawa Timur sangat berkualitas dan memiliki potensi yang luar biasa. Mudah-mudahan kita memperoleh kesempatan untuk memasuki pasar Arab Saudi dan Timur Tengah lebih luas lagi,” tutur Khofifah.

Selain fesyen, Jawa Timur juga membawa pemasok logistik yang telah memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan musim haji tahun ini.

“Kami juga membawa pemasok logistik yang pada musim haji tahun ini telah mendapatkan kesempatan. Mudah-mudahan kemitraan, kerja sama, dan penguatan pasokan logistik dari Jawa Timur dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Khofifah mengatakan penguatan kerja sama dengan Arab Saudi juga ditopang ekosistem halal Jawa Timur. Salah satunya melalui Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) dan pengembangan kawasan industri halal.

Jawa Timur juga memiliki 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di luar LPH LPPOM, LPH Sucofindo, dan LPH Surveyor Indonesia yang memiliki kantor cabang di Surabaya. Ekosistem tersebut diperkuat 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan 16.424 Pendamping Proses Produk Halal (PPH).

Selain itu, terdapat laboratorium halal, 196 Rumah Potong Hewan (RPH) halal, serta sekitar 348.010 penyelia halal.

“Ekosistem halal ini penting karena yang kita tawarkan bukan sekadar produk. Kita ingin membangun rantai nilai yang didukung kawasan industri, proses produksi, sertifikasi, sumber daya manusia, hingga distribusi,” jelasnya.

Menurut Khofifah, ekosistem tersebut dapat menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas dengan Arab Saudi, khususnya di sektor pangan, produk olahan, jasa, logistik, pariwisata, serta kebutuhan pendukung haji dan umrah.

“Penguatan industri halal di Jawa Timur, insyaallah, akan mendukung rantai pasok logistik pada musim haji. Ke depan, peluang ini juga dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan musim umrah, termasuk pada bulan Ramadan dan periode lainnya,” katanya.

Berdasarkan data BPS Jawa Timur Agustus 2026, perekonomian Jawa Timur memberikan kontribusi 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

Pada triwulan II 2026, PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku mencapai Rp930 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp538,59 triliun.

Jawa Timur juga memiliki basis tenaga kerja yang besar. Tercatat sekitar 3,58 juta tenaga kerja berada di sektor industri, 4,56 juta di sektor perdagangan, dan 7,77 juta di sektor pertanian.

“Basis industri dan pertanian ini memberikan ruang yang besar untuk membangun rantai pasok produk dari Jawa Timur. Apalagi Jawa Timur juga menjadi simpul distribusi menuju kawasan Indonesia Timur,” kata Khofifah.

Hubungan perdagangan Jawa Timur dan Arab Saudi juga menunjukkan tren positif. Pada Januari-Juni 2026, ekspor Jawa Timur ke Arab Saudi mencapai US$74,68 juta, sedangkan impor sebesar US$24,28 juta.

Dengan demikian, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan sebesar US$50,40 juta.

Komoditas ekspor Jawa Timur ke Arab Saudi antara lain olahan ikan, kayu dan barang dari kayu, kopi, teh dan rempah-rempah, bahan kimia organik, serta kertas dan karton.

Sementara komoditas impor dari Arab Saudi antara lain plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, buah-buahan, serta filamen buatan.

“Angka perdagangan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Jawa Timur dan Arab Saudi sudah memiliki fondasi. Sekarang kita ingin memperluas dan memperdalamnya, dari perdagangan menjadi investasi dan kemitraan rantai pasok,” ujarnya.

Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur tersebut diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan calon pembeli dari Arab Saudi sekaligus menawarkan berbagai proyek investasi kepada calon investor.

Dalam kurun 2022-2026, Misi Dagang Luar Negeri Jawa Timur mencatat total transaksi Rp33,17 triliun melalui 122 transaksi. Khusus dengan Arab Saudi, tercatat tiga transaksi senilai Rp8,12 miliar pada periode tersebut.

Sebanyak 41 pelaku usaha telah difasilitasi dalam kegiatan Misi Dagang Luar Negeri Jawa Timur selama 2022-2026 dengan melibatkan sejumlah organisasi usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), dan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI).

Misi dagang dan investasi sebelumnya juga telah dilaksanakan dengan sejumlah negara dan wilayah, yakni Arab Saudi dan Malaysia pada 2022, Timor Leste dan Hong Kong pada 2023, Jepang pada 2024, Singapura pada 2025, Malaysia pada April 2026, serta Hong Kong pada Juli 2026.

Sekitar 50 perusahaan dan pelaku usaha Arab Saudi hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari berbagai sektor, antara lain perdagangan, pangan, produk halal, farmasi, kosmetik, parfum, ritel, dan investasi.

Beberapa perusahaan yang hadir antara lain Binaaxis Co., Mukaabat Alrawasi Est Trade, Silal Al Khair Est, Saudi Lara Co. Ltd., Falcon Group Global, BPKH Limited, Arabian Rose Trading Company, Salem Salmeen Bin Mahfooz Trading Est., Al Raqeeb Universal Group, Ahmed Mohamed Saleh Baeshen & Co., Goody Company, Siafa Dates/Al Alwani Group, Unicare Pharma, Saudi Factory for Perfumes & Cosmetics, Lulu Saudi HM LLC, Al Nafea Foods Co., serta Saudi Arabia-Indonesia Business Council.

“Jawa Timur ingin hadir bukan hanya sebagai daerah penghasil, tetapi juga sebagai mitra strategis. Kita siap mempertemukan kekuatan industri, ekosistem halal, konektivitas logistik, dan pelaku usaha Jawa Timur dengan kebutuhan pasar Arab Saudi,” pungkas Khofifah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Jawa Timur, sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof. Jaenal Effendi, Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan, Senior Vice President Bank Syariah Indonesia Rima Dwi Permata Sari, pimpinan BUMD Jawa Timur, serta delegasi pengusaha Jawa Timur.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Mas Ibin Dorong UMKM Blitar Naik Kelas Lewat Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Wagub Emil Buka Muscab XI Hiswana Migas Surabaya, Tekankan Sinergi Jaga Pasokan Energi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Sabtu, 26 September 2026 - 01:20 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun

Berita Terbaru

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:42 WIB

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:11 WIB

WhatsApp