Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Gerakan Perisai Anak Jawa Timur, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi meluncurkan Gerakan Perlindungan Anak di Ruang Digital (Perisai Anak) Jawa Timur pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di Pintu Langit, Ledug, Kabupaten Pasuruan. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi meluncurkan Gerakan Perlindungan Anak di Ruang Digital (Perisai Anak) Jawa Timur pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di Pintu Langit, Ledug, Kabupaten Pasuruan. (dok. Humas Pemprov)

Pasuruan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya perlindungan anak di era digital. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi resmi meluncurkan Gerakan Perlindungan Anak di Ruang Digital (Perisai Anak) pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di Pintu Langit, Ledug, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).

Peluncuran ditandai dengan pemecahan balon oleh Khofifah dan Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi. Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Pasuruan, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dirres PPA dan PPO Polda Jatim, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, Perisai Anak merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor yang dirancang untuk membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, program tersebut lahir sebagai respons atas meningkatnya aktivitas anak di ruang digital. Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi mencapai lebih dari 81 persen penduduk. Di sisi lain, Generasi Alpha dan Generasi Z menjadi kelompok pengguna internet paling aktif.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pendidikan dan kreativitas. Namun, di saat yang sama juga menghadirkan berbagai ancaman, mulai dari perundungan siber, paparan konten negatif, eksploitasi seksual daring, perjudian online, hingga berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak.

“Perisai Anak hadir sebagai gerakan preventif yang mengedepankan edukasi, penguatan regulasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Khofifah menegaskan, perlindungan anak di ruang digital bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga platform digital memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

BACA JUGA  Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Perisai Anak dibangun di atas lima pilar utama. Pertama, penguatan regulasi dan tata kelola sebagai landasan perlindungan anak di ruang digital. Kedua, peningkatan literasi digital dan kesadaran publik. Ketiga, penyediaan layanan digital yang responsif terhadap pengaduan dan penanganan kasus. Keempat, pembentukan jejaring kolaborasi antarinstansi dan komunitas. Kelima, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program.

Program tersebut berlandaskan berbagai regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta sejumlah kebijakan mengenai penyelenggaraan sistem elektronik dan perlindungan anak. Di tingkat daerah, implementasinya diperkuat melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2025.

Selanjutnya, implementasi Perisai Anak akan diperkuat melalui penyusunan petunjuk teknis, standar operasional prosedur (SOP), surat keputusan pembentukan tim, hingga surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Kami optimistis langkah ini mampu menciptakan tata kelola perlindungan anak yang terintegrasi dan dapat diterapkan secara efektif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, implementasi Perisai Anak bertumpu pada tiga pendekatan utama, yakni pencegahan, penanganan, dan kolaborasi. Pencegahan dilakukan melalui edukasi literasi digital kepada anak, orang tua, guru, dan masyarakat. Penanganan difokuskan pada mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta koordinasi lintas lembaga.

Sementara itu, kolaborasi diwujudkan melalui sinergi pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, hingga komunitas digital.

Sebagai bagian dari implementasi program, Pemprov Jatim juga akan menghadirkan portal digital yang menyediakan informasi, materi edukasi, layanan pengaduan, serta berbagai fitur pendukung perlindungan anak secara terpadu.

“Kehadiran platform ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi anak di ruang digital,” katanya.

BACA JUGA  Tak Ada Ruang untuk Alasan, Kaji Rizza Minta Satpol PP Bersihkan Miras Ilegal dan Prostitusi

Khofifah menambahkan, keberhasilan Perisai Anak sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pemerintah akan mendorong penandatanganan komitmen bersama, penyusunan rencana aksi, serta monitoring dan survei secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas program.

Melalui Gerakan Perisai Anak, Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya menghadirkan ruang digital yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Gerakan tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi yang cakap digital, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai ancaman di dunia maya sesuai semangat “Tumbuh Aman di Ruang Digital.”

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi peluncuran Perisai Anak sebagai inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sistem perlindungan anak.

“Saya mengapresiasi peluncuran inovasi Perisai Anak sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sistem perlindungan anak,” ujarnya.

Arifatul menegaskan, anak-anak Indonesia membutuhkan perlindungan yang menyeluruh, tidak hanya dari kekerasan, tetapi juga dukungan keluarga yang hangat, lingkungan yang aman, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan ramah anak, ruang bermain yang memadai, kesempatan berkreasi, serta perhatian terhadap kesehatan mental.

“Anak-anak Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan dari kekerasan. Mereka membutuhkan keluarga yang hangat, lingkungan yang aman, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang ramah anak, ruang bermain yang memadai, kesempatan untuk berkreasi, serta dukungan bagi kesehatan mental agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang unggul,” pungkasnya.

Jika ditujukan untuk publikasi di JawaPos.com, naskah ini sudah lebih padat, mengalir, dan minim pengulangan. Namun, agar lebih kuat secara jurnalistik, artikel masih dapat dipangkas sekitar 20–25 persen tanpa mengurangi substansi sehingga ritmenya menjadi lebih cepat dan khas media berita nasional.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko
Tak Ada Ruang untuk Alasan, Kaji Rizza Minta Satpol PP Bersihkan Miras Ilegal dan Prostitusi
Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa
Kasus Narkoba Sidoarjo Peringkat Ketiga di Jatim, Warih DPRD Minta Tes Urine Pelajar Diperluas
BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega
Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Dinobatkan Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Gubernur Khofifah Ajak Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala Dunia di Grahadi, Sportivitas Jadi Pesan Utama
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:33 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Gerakan Perisai Anak Jawa Timur, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:39 WIB

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:58 WIB

Tak Ada Ruang untuk Alasan, Kaji Rizza Minta Satpol PP Bersihkan Miras Ilegal dan Prostitusi

Senin, 27 Juli 2026 - 18:41 WIB

Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah: Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Investasi Strategis Bangsa

Berita Terbaru

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:39 WIB

WhatsApp