BUMDes Kebonagung Sidoarjo Raup Untung dari Melon, Kini Kembangkan Wisata Petik dan Telur Omega

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Kebonagung H. Akhmad Awaludin. (dok. Istimewa)

Kepala Desa Kebonagung H. Akhmad Awaludin. (dok. Istimewa)

Sidoarjo – Pemerintah Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, terus memperkuat program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Berbagai sektor budidaya dikembangkan, mulai dari melon, ayam petelur penghasil telur omega, lele, hingga tanaman pangan di atas lahan tanah kas desa (TKD).

Kepala Desa Kebonagung H. Akhmad Awaludin mengatakan, seluruh program ketahanan pangan telah dianggarkan pemerintah desa dan pengelolaannya diserahkan kepada BUMDes. Saat ini, BUMDes mengelola lahan TKD seluas 2,2 hektare untuk berbagai jenis budidaya.

“Lahan ini kami manfaatkan untuk budidaya melon, lele, padi, dan jagung. Semua menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa,” ujar Awaludin kepada Pemimpin Redaksi DigitalJatim.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Awaludin, budidaya melon menjadi salah satu program yang memberikan hasil menggembirakan. BUMDes telah dua kali melakukan panen. Pada panen perdana, hasil penjualan mampu menutup seluruh modal usaha. Sementara pada panen kedua, BUMDes mulai memperoleh keuntungan.

Saat ini, lahan kembali ditanami melon untuk persiapan panen berikutnya. Dalam proses budidaya, pemerintah desa juga melibatkan warga yang memiliki pengalaman di bidang pertanian melon.

“Kami sengaja memberdayakan warga yang memang ahli agar hasil budidaya maksimal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Tak hanya berorientasi pada hasil panen, Pemdes Kebonagung juga mengembangkan wisata petik melon. Saat panen kedua, masyarakat diberi kesempatan memetik langsung buah melon dari kebun yang berada di lahan kas desa di samping Kantor Desa Kebonagung.

Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pemerintah desa turut mempromosikan kegiatan itu melalui ketua RT dan warga setempat. Selain itu, harga melon dijual lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

BACA JUGA  Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

“Animo masyarakat cukup tinggi. Pengunjung bisa memetik sendiri, kemudian ditimbang dan langsung dibawa pulang,” jelasnya.

Menurut Awaludin, lokasi kebun yang berada di tepi jalan dengan area parkir yang luas menjadi salah satu daya tarik karena mudah diakses pengunjung.

Ke depan, wisata petik melon akan terus dikembangkan, tidak hanya sebagai destinasi menikmati hasil panen, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mempelajari proses budidaya melon, mulai dari penanaman hingga panen.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang budidaya melon,” pungkasnya.

Selain budidaya melon, BUMDes Kebonagung juga mengembangkan usaha ayam petelur penghasil telur omega. Program tersebut menjadi bagian dari diversifikasi ketahanan pangan desa yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan BUMDes sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat Desa Kebonagung.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat
Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi
Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Komisi D DPRD Sidoarjo Hearing soal Bansos Beras di Desa Kalimati, Soroti Transparansi Data Penerima Manfaat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

WhatsApp