PW IPPNU Gelar Women’s Inspiration Talk, Ning Lia Dorong Kader Perempuan Jadi Pemimpin Berdampak di Era Digital

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama menjadi pembicara utama dalam acara forum inspiratif di Aula Gedung Serba Guna (GSG) PP. Nurul Islam Mojokerto. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama menjadi pembicara utama dalam acara forum inspiratif di Aula Gedung Serba Guna (GSG) PP. Nurul Islam Mojokerto. (Dok. Istimewa)

Mojokerto — Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur sukses menggelar forum inspiratif bertajuk Women’s Inspiration Talk pada Minggu (26/7/2026) lalu.

Bertempat di Aula Gedung Serba Guna (GSG) PP Nurul Islam Mojokerto, kegiatan bertema “Women Inspire, Women Lead, Meneguhkan Perempuan Tangguh dalam Kepemimpinan yang Berdampak” ini berlangsung penuh kehangatan, interaktif, dan sarat akan bobot pemikiran.

Suasana forum terasa dinamis saat ratusan pimpinan PC IPPNU se-Jatim, yang terdiri dari ketua, sekretaris, wakil ketua II, hingga Komandan KPP, memadati ruangan.

Kehadiran Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama MEI, sebagai pembicara utama menjadi magnet tersendiri.

Sebagai alumni PW IPPNU Jatim, perempuan yang karib disapa Ning Lia ini disambut hangat oleh para peserta yang antusias merespons setiap wacana yang dilemparkan.

Ketua PW IPPNU Jatim, Aprilia Nur Azizah, menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memantik jiwa kepemimpinan kader agar tidak hanya tangguh secara personal, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi rekanita IPPNU Jawa Timur untuk menjadi perempuan yang tangguh dan memiliki leadership yang berdampak di masyarakat,” katanya dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Aprilia, sosok Ning Lia yang kini berkiprah di MPR RI, menjadi contoh nyata bagi para pelajar se-Jatim.

“Kami ingin benar-benar merasakan bagaimana menjadi perempuan yang berdaya, inovatif, dan berdampak seperti Ning Lia,” terang Aprilia.

Dalam pemaparannya, Ning Lia mengulas peran strategis perempuan dalam mengawal jalannya demokrasi di era globalisasi.

Ia meramu gagasannya mulai dari perspektif pemikiran Ibnu Khaldun mengenai kepemimpinan dan garis keturunan, teori agenda setting, pembrandingan di media sosial, hingga berbagi kisah personal yang emosional dan menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Mengawali pemaparan, Ning Lia menceritakan pengalamannya pada transisi tahun 2004 hingga awal 2005.

Saat itu, Ning Lia masih berstatus sebagai mahasiswa. Ia tengah bersiap mengikuti sebuah kompetisi bakat.

Namun kala itu, Ning Lia tengah berada di titik terpuruk akibat kekecewaan asmara mendalam.

Pria yang berjanji melamarnya usai bertugas mengawal dinas ternyata telah beristri dan memiliki anak. Kenyataan pahit itu bahkan ia ketahui hanya lewat pesan singkat.

Namun, rasa terpuruk itu seketika runtuh saat ia menyaksikan tayangan berita bencana Tsunami Aceh di televisi pada akhir Desember 2004.

Melihat seorang anak kecil berdiri menangis di atas reruntuhan rumahnya yang hancur menggugah kesadarannya.

“Saya tersadar, saat saya merasa dunia runtuh hanya karena kehilangan seorang pria, anak kecil di layar televisi itu justru telah kehilangan segalanya, mulai orang tua, keluarga, dan tempat tinggalnya. Kenyataan pahit itu menyentil saya. Jika saudara-saudara kita di Aceh mampu berjuang untuk bangkit dari musibah sedahsyat itu, mengapa saya harus terus terpuruk?” ungkap Ning Lia.

Pengalaman dan perenungan tersebut kemudian dituangkan dalam karya tulisan yang ia presentasikan di hadapan juri ajang kompetisi yang diikutinya.

Melalui momentum itu, Ning Lia menegaskan penolakannya terhadap narasi beauty privilege yang hanya menilai perempuan dari fisik semata.

“Bagi saya, kecantikan sejati adalah akronim dari Cantik, yaitu cerdas, inovatif, dan kreatif. Di mana perempuan memegang peranan sebagai fondasi utama peradaban bangsa,” tuturnya.

Selain penguatan mentalitas dan kepemimpinan, Ning Lia juga membedah pentingnya pemahaman agenda-setting theory dalam dunia komunikasi modern.

Menurutnya, media sosial memiliki kekuatan besar dalam mengarahkan perhatian publik dan membentuk citra (branding) suatu gagasan.

BACA JUGA  Reses di Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Soroti Akurasi DTSEN dan Ancaman Darurat Sampah

“Melalui media sosial, sebuah brand atau gagasan dapat dengan sengaja dibentuk dan dipopulerkan agar menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa besarnya peran media digital dalam mempengaruhi persepsi publik,” beber lulusan doktoral Uinsa ini.

Oleh karena itu, ia mendorong para kader IPPNU untuk mengambil peran aktif di ruang digital guna meningkatkan daya tarik dan citra positif Nahdlatul Ulama di mata Generasi Z.

Kader IPPNU diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga kreator aktif yang memanfaatkan media sosial melalui konten video yang menarik, tulisan yang informatif, serta narasi digital kreatif lainnya.

“Para kader diharapkan dapat lebih aktif dan kreatif memanfaatkan media sosial, baik melalui pembuatan video konten yang menarik, tulisan yang informatif, maupun aktivitas digital lainnya. Hal ini demi memperkuat peranan individu dan keberadaan organisasi,” tuntasnya.

Melalui perpaduan diskusi teoretis, refleksi pengalaman hidup, serta strategi komunikasi masa kini, kegiatan Women’s Inspiration Talk sukses membakar semangat ratusan kader IPPNU Jatim.

“Kader didorong untuk semakin siap melangkah sebagai pemimpin perempuan yang adaptif, berdaya saing, dan membawa perubahan positif,” tutupnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses di Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Soroti Akurasi DTSEN dan Ancaman Darurat Sampah
Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas
Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan
DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir
Butuh Kebijakan Khusus, Senator Jatim Lia Istifhama Dukung Status Sumenep Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan Hadapi Tantangan Anggaran dan Infrastruktur Desa
Tak Hanya Dekat Generasi Z, Senator Jatim Ning Lia Juga Akrab dengan Gen Alpha
Hadiri HUT PGLII ke-55, Wagub Emil Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Sosial Era Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:32 WIB

PW IPPNU Gelar Women’s Inspiration Talk, Ning Lia Dorong Kader Perempuan Jadi Pemimpin Berdampak di Era Digital

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:01 WIB

Reses di Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Soroti Akurasi DTSEN dan Ancaman Darurat Sampah

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Dana Umat, PDUF MUI Jawa Timur Sambangi Tiga Ponpes di Tambakberas

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:36 WIB

Penuhi Gizi Anak, Senator Lia Istifhama Apresiasi Terobosan Pertanian dan Perikanan Bangkalan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bupati Bangkalan Perkuat Rantai Pasok Pangan dari Hulu ke Hilir

Berita Terbaru

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sidoarjo Bergerak Berantas Miras Ilegal dan Prostitusi, Pemkab Fokus Tutup 16 Toko

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:39 WIB

WhatsApp