Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Infrastruktur

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Senin, 27 Juli 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Khofifah saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Khofifah saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insan keinsinyuran di Jawa Timur memperkuat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, peran insinyur semakin strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Khofifah menegaskan, visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan yang bertumpu pada inovasi, penguasaan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

“Sejalan dengan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, pembangunan daerah diarahkan untuk memperkuat konektivitas, mempercepat hilirisasi industri, mendorong transformasi ekonomi, serta memperkuat inovasi di berbagai sektor,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, seluruh agenda pembangunan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

“Seluruh agenda tersebut memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” imbuhnya.

Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional. Selain menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia, provinsi ini juga berperan sebagai lumbung pangan nasional.

Karena itu, sektor ketahanan pangan dinilai menjadi salah satu bidang yang membutuhkan kontribusi nyata para insinyur. Berbagai tantangan di sektor pertanian, kata dia, memerlukan solusi berbasis rekayasa dan teknologi agar produktivitas pangan terus meningkat.

“Saya ingin menggarisbawahi bidang ketahanan pangan. Selama tujuh tahun berturut-turut sejak kami mendapat mandat memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Timur, produksi padi Jawa Timur selalu menjadi yang tertinggi di Indonesia. Bahkan hingga Semester I tahun ini, produksi padi kembali menjadi yang tertinggi dengan kenaikan sekitar 5,49 persen,” ungkapnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait optimalisasi jaringan irigasi tersier untuk menjaga produktivitas pertanian saat musim kemarau.

“Persoalan yang masih kita hadapi adalah bagaimana memaksimalkan irigasi tersier. Di sinilah peran para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sehingga pada musim kemarau pasokan air tetap dapat terpenuhi,” tegasnya.

Ia pun mendorong agar PII Jawa Timur menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus program organisasi. Menurutnya, potensi Jawa Timur sangat besar, tidak hanya sebagai penghasil padi terbesar nasional, tetapi juga produsen jagung dengan kontribusi sekitar 28,39 persen terhadap produksi nasional serta salah satu sentra produksi susu.

“Pada posisi inilah saya melihat kekuatan PII sangat besar untuk memberikan pendampingan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” katanya.

Lebih jauh, Khofifah menilai hampir seluruh pembangunan strategis di Jawa Timur tidak lepas dari kontribusi para insinyur. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, bendungan, kawasan industri hingga berbagai inovasi teknologi dan transformasi digital merupakan hasil pemikiran serta dedikasi insan keinsinyuran.

“Profesi insinyur bukan sekadar menghasilkan karya rekayasa. Lebih dari itu, insinyur adalah agen transformasi yang menghadirkan solusi, memperkuat daya saing, dan mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin maju, mandiri, serta sejahtera,” ujarnya.

Menghadapi tantangan pembangunan ke depan, Khofifah menilai peran insinyur akan semakin penting. Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transisi energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan dan air, hingga pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim membutuhkan SDM keinsinyuran yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Karena itu, penguatan kapasitas insinyur harus berjalan seiring dengan peningkatan budaya riset, penguasaan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi profesi.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi komitmen PII dalam meningkatkan kualitas profesi melalui Program Profesi Insinyur (PPI), Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP), serta sertifikasi ASEAN Engineer. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi penting untuk mencetak insinyur Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Ia juga menyambut baik tema pelantikan, “Kolaborasi PII untuk Indonesia Maju 2045”, yang dinilai selaras dengan arah pembangunan nasional. Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas kolaborasi, inovasi, dan integritas seluruh elemen bangsa,” tandasnya.

Khofifah berharap PII Jawa Timur semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan. Ia juga mengajak seluruh insan keinsinyuran terus berkarya dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing bangsa.

Di akhir sambutannya, Khofifah mengucapkan selamat kepada Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur masa bakti 2026–2029. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin profesional, adaptif, dan inovatif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp