Puguh DPRD Jatim Dukung Edukasi Pencegahan LGBT di Sekolah, Orang Tua Diminta Terlibat Aktif

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) memasukkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer) ke dalam kurikulum pendidikan mulai kelas IV SD mendapat dukungan dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Menurut Puguh, langkah tersebut merupakan upaya preventif yang penting untuk memberikan pemahaman kepada anak sejak dini mengenai nilai-nilai agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

“Saya pikir rencana Kemenag ini bagus. Salah satu solusi yang mendasar dalam mencegah penyimpangan seksual adalah memberikan pemahaman agama yang baik sejak dini. Pemahaman agama menjadi fondasi penting untuk membangun karakter anak,” ujar Puguh, Kamis (23/7/2026).

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Malang Raya itu menilai materi yang diberikan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran (awareness) mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, Puguh mengingatkan agar penyusunan materi dilakukan secara matang. Menurutnya, cara penyampaian harus disesuaikan dengan usia peserta didik sehingga tujuan edukasi benar-benar tercapai.

“Materinya harus disusun secara utuh, lengkap, dan disampaikan dengan pendekatan yang tepat. Guru-guru yang mengajarkan juga harus memiliki pemahaman dan perspektif yang sama, sehingga pesan yang diterima siswa tidak menimbulkan salah tafsir,” katanya.

Politikus PKS itu mengingatkan agar proses pembelajaran tidak justru memunculkan rasa penasaran yang berlebihan, melainkan benar-benar menjadi media edukasi yang membangun pemahaman dan ketahanan karakter peserta didik.

Selain pembelajaran di sekolah, Puguh menilai keterlibatan orang tua menjadi faktor yang tidak kalah penting. Menurutnya, keluarga memiliki porsi terbesar dalam membentuk karakter anak dibandingkan lingkungan sekolah.

“Pembelajaran di kelas sangat baik sebagai langkah preventif, tetapi juga perlu ada penyuluhan atau edukasi kepada para orang tua. Waktu anak bersama keluarga jauh lebih banyak dibandingkan di sekolah, sehingga peran orang tua menjadi sangat menentukan,” tegas dia.

BACA JUGA  Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Puguh berharap setiap sekolah nantinya tidak hanya memberikan materi kepada siswa, tetapi juga mengadakan kegiatan edukasi bagi wali murid agar terdapat kesamaan pemahaman antara pendidikan di sekolah dan pola pengasuhan di rumah.

Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Timur menghadapi tantangan yang tidak ringan terkait persoalan tersebut. Karena itu, menurutnya, langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Fenomena ini harus menjadi perhatian bersama. Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga. Karena itu, pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai agama, serta keterlibatan keluarga harus berjalan beriringan agar mampu melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

WhatsApp