Air Bersih Mulai Sulit, Zeiniye DPRD Jatim Ingatkan BPBD Jatim Jangan Tunggu Kekeringan Makin Parah

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye. (dok. Istimewa)

Surabaya – Musim kemarau mulai memicu kekeringan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Kondisi ini berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih di beberapa wilayah sehingga pemerintah daerah (Pemda) diminta meningkatkan langkah antisipasi sejak dini.

Berdasarkan laporan yang berkembang, daerah yang mulai terdampak kekeringan meliputi Bondowoso, Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Trenggalek, hingga Blitar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi semakin meluas apabila intensitas kemarau terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya mitigasi dan deteksi dini terhadap berbagai potensi bencana yang dipicu musim kemarau.

Menurutnya, musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman akibat cuaca yang semakin panas dan kering.

“BPBD perlu melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan kebakaran maupun dampak perubahan iklim. Selain itu, harus terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana,” ujar Zeiniye kepada awak media, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar dampak bencana dapat diminimalkan. “Salah satunya dengan memastikan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan memperoleh penanganan secara cepat sebelum kondisi semakin parah,” jelas dia.

Zeiniye mengungkapkan, sejumlah wilayah kini mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Terkait kekeringan, ada wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air dan terancam kekeringan,” ungkapnya.

Karena itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut meminta BPBD Provinsi Jawa Timur memperkuat koordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

“Koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota perlu diperkuat, terutama terkait pengiriman bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. Dengan begitu, kebutuhan air minum masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Selain distribusi air bersih, Zeiniye juga berharap pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp