Jangan Sampai Tragedi Terulang, dr. Benjamin Kristianto Desak Tanggul Lumpur Lapindo Segera Diperkuat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto. (dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Fenomena tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10.D, Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto mengingatkan potensi risiko apabila tekanan dari dalam bumi kembali meningkat.

Ia pun menjelaskan, semburan lumpur Lapindo terjadi akibat tekanan tinggi dari dalam bumi yang memicu keluarnya lumpur, gas alam, dan material lainnya.

“Tekanannya sangat tinggi. Saat meledak, yang keluar bukan hanya gas, tetapi juga cairan dan material lainnya,” ujarnya di DPRD Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, meski kondisi saat ini relatif tenang, bukan berarti potensi semburan sudah sepenuhnya hilang. Ia mengibaratkan kawasan tersebut seperti gunung berapi yang sewaktu-waktu dapat kembali aktif apabila tekanan di dalam bumi meningkat.

“Seperti gunung, kadang-kadang tenang. Tapi bukan berarti tidak bisa meletus lagi. Kalau tekanan di dalam bumi meningkat, air maupun udara akan mencari celah untuk keluar. Itu proses alamiah,” kata Benjamin.

Dokter Benjamin menilai kawasan lumpur Lapindo saat ini pada dasarnya merupakan bendungan atau dam yang menampung material semburan. Karena itu, kondisi tanggul harus terus dipantau agar mampu menahan tekanan yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

“Kalau tekanannya tinggi dan material terus keluar, debitnya akan bertambah. Tekanan terhadap dam juga meningkat dan berpotensi menjebol tanggul apabila tidak diantisipasi,” jelas Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur itu.

Politikus Partai Gerindra meminta Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan tanggul yang telah dibangun sejak awal penanganan semburan lumpur. Menurutnya, keselamatan masyarakat di sekitar kawasan harus menjadi prioritas utama.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi persoalan ini,” tegas Benjamin.

BACA JUGA  Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

Benjamin menyebut ada dua langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, memperkuat struktur tanggul agar mampu menahan peningkatan tekanan. Kedua, menyiapkan sistem pengelolaan lumpur yang lebih efektif.

“Apakah cukup dibuang ke laut? Apakah perlu dimanfaatkan menjadi produk tertentu? Atau perlu tambahan pompa? Semua itu harus dipikirkan. Sebab aliran ke laut juga bergantung pada kondisi pasang surut,” terangnya.

Selain itu, ia menilai perlu adanya sistem pendukung, termasuk pompa tambahan, agar volume lumpur tidak membebani tanggul dan meminimalkan risiko jebol.

Benjamin juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar tanggul tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia pun meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keretakan atau kondisi yang mencurigakan pada tanggul.

“Masyarakat tetap tenang. Pemerintah sedang mencari solusi terbaik. Tetapi kalau ada tanda-tanda keretakan atau kondisi yang membahayakan, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja
Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur
Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat
Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat
Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Lia Istifhama: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Memperkuat Peran Orang Tua dan Lingkungan Sosial
HIV Jatim Tertinggi di Indonesia, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Dorong Edukasi dan Penanganan Tanpa Stigma
Bambang Ashraf Ingatkan RUU Pidana LGBT Berpotensi Timbulkan Diskriminasi jika Multitafsir
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:49 WIB

Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:01 WIB

Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:41 WIB

Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp