MUI Jatim Dukung Regulasi Larangan Penyebaran Budaya LGBTQ di Indonesia

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris MUI Jatim yang juga anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Sekretaris MUI Jatim yang juga anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) mendukung regulasi yang mengatur larangan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ).

Sekretaris MUI Jatim yang juga anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama mengatakan penguatan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran ulama dan seluruh elemen masyarakat Menurutnya, selain regulasi, penguatan literasi digital berbasis nilai-nilai keagamaan perlu diperkuat untuk membangun pola pikir generasi muda. Ia menilai edukasi tersebut penting agar anak-anak tidak terjerumus pada perilaku yang menurut pandangannya menyimpang.

“Peran masyarakat sangat penting. Jangan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga ulama dan seluruh elemen masyarakat harus ikut memberikan edukasi dan penguatan kepada generasi muda,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Lia berpendapat perilaku LGBTQ dapat berdampak terhadap masa depan generasi bangsa. Menurut pandangannya, persoalan tersebut berkaitan dengan aspek moral dan kesehatan sehingga perlu mendapat perhatian serius.

“Kalau seorang anak terjebak dalam perilaku LGBTQ yang menyimpang, menurut pandangan kami hal itu dapat memengaruhi masa depan mereka, termasuk dalam membangun kehidupan berkeluarga. Ada pula aspek kesehatan yang perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai keterkaitan LGBTQ dengan isu keamanan negara, Lia mengatakan persoalan tersebut dipandang sebagai ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Ia juga mengaitkan pandangannya dengan penelitian yang pernah dilakukannya mengenai ketahanan psikologis korban pelecehan seksual terhadap anak. Menurutnya, korban pelecehan seksual dapat mengalami dampak psikologis yang berat.

Lebih lanjut, Lia mengatakan MUI Jatim terus mendorong penguatan ukhuwah atau persaudaraan sosial sebagai langkah preventif. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya anak-anak dan remaja yang dinilai rentan menghadapi berbagai persoalan sosial.

BACA JUGA  Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

“Jangan hanya peduli kepada anak sendiri. Ketika melihat anak-anak di sekitar berada dalam kondisi yang rentan, masyarakat juga harus hadir dan memberikan perhatian. Ini adalah bagian dari penguatan modal sosial dan semangat persaudaraan,” katanya.

Sementara itu, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 memasukkan penyebaran budaya LGBTQQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter dalam kebijakan pertahanan negara.

Penyebaran budaya LGBTQQ ditempatkan dalam kelompok ancaman pada dimensi ideologi serta sosial budaya, bersama sejumlah isu lain seperti radikalisme, terorisme, perang informasi, serangan siber, judi daring, pinjaman daring ilegal, perdagangan orang, hingga penyalahgunaan narkotika.

Pemerintah menilai berbagai ancaman nonmiliter tersebut memerlukan langkah pencegahan melalui penguatan ketahanan nasional sesuai arah kebijakan pertahanan negara periode 2025–2029.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja
Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur
Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat
Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat
Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Lia Istifhama: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Memperkuat Peran Orang Tua dan Lingkungan Sosial
HIV Jatim Tertinggi di Indonesia, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Dorong Edukasi dan Penanganan Tanpa Stigma
Bambang Ashraf Ingatkan RUU Pidana LGBT Berpotensi Timbulkan Diskriminasi jika Multitafsir
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Curhat Warga Saat Reses, Musyafak Rouf Soroti Aturan Program Pemuda Tangguh hingga Pelatihan Kerja

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:49 WIB

Reses DPRD Jatim Dimulai, 120 Anggota Dewan Serap Aspirasi di 720 Titik Se-Jawa Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:01 WIB

Survei ARCI Ungkap Emil Dardak Masih Favorit Anak Muda, Lia Istifhama Naik Jadi Rival Terkuat

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:41 WIB

Agus Cah DPRD Jatim Dukung ASN Bekerja Dekat Domisili, Sebut Produktivitas dan Ketahanan Keluarga Meningkat

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Zaman dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp