Khofifah Saksikan Deklarasi Muslimat NU Riau, Sampaikan 9 Himbauan kepada PBB Demi Perdamaian Dunia

- Publisher

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menghadiri rangkaian Harlah ke-80 PW Muslimat NU  Provinsi Riau yang diselenggarakan  di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru. (dok. Adpim For DigitalJatim)

Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menghadiri rangkaian Harlah ke-80 PW Muslimat NU Provinsi Riau yang diselenggarakan di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru. (dok. Adpim For DigitalJatim)

Pekanbaru – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau berisi sembilan himbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di berbagai belahan dunia serta memperkuat langkah-langkah mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam rangkaian  Harlah ke-80 PW Muslimat NU  Provinsi Riau yang diselenggarakan  di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Khofifah menyampaikan apresiasi atas lahirnya deklarasi tersebut. Menurutnya, seruan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan global sekaligus penegasan bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu terus mengambil bagian dalam membangun budaya damai di tingkat dunia.

“Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, menjaga layanan pendidikan, menjaga layanan kesehatan, termasuk menjaga keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan,” katanya dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Khofifah, semangat perjuangan Muslimat NU selama ini tidak hanya diwujudkan melalui program sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui kekuatan religiusitas yang menjadi fondasi gerakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia tersebut.

Ia menilai militansi kader Muslimat NU dalam berkontribusi terhadap pembangunan keumatan menjadi modal besar dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Muslimat NU Insya Allah merupakan organisasi yang well-organized. Kekuatan ini menjadi modal untuk terus bergerak dan memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa Muslimat NU selama ini juga berkontribusi menjaga persatuan bangsa melalui gerakan sosial – spiritual. Berbagai kegiatan sosial keagamaan dilaksanakan di semua tingkatan krpengurusan mulai tingkat ranting (desa/ kelurahan) sampai nasional.

BACA JUGA  Bupati Subandi: Realisasi APBD 2025 Sesuai Target, Empat Sektor Prioritas Terus Diperkuat

Menurutnya, ikhtiar tersebut dilakukan sebagai bentuk doa agar Indonesia tetap damai dan terhindar dari perpecahan.

“Muslimat ingin menjaga negeri ini agar tetap damai. Suasana persaudaraan harus dibangun dengan semangat saling membantu, mewujudkan perdamaian dan kesejukan di tengah masyarakat,” katanya.

 

Ia menjelaskan, upaya membangun perdamaian membutuhkan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Jika ekosistem itu dibangun dengan keikhlasan dan kebersamaan, maka akan menghadirkan keberkahan bagi bangsa.

“Muslimat NU memiliki keikhlasan yang luar biasa. Ketika mereka berdoa, insyaallah pintu langit akan terbuka dan Allah memberikan maunah kepada seluruh warga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Selain menguatkan gerakan sosial dan spiritual, Khofifah juga menyampaikan sejumlah langkah strategis yang tengah dikembangkan Muslimat NU. Salah satunya melalui pembentukan Asosiasi Profesor serta paralegal Muslimat NU.

Menurutnya, keberadaan asosiasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan Muslimat NU dalam dunia akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan serta layanan hukum di tingkat akar rumput.

“Di dunia ini, organisasi perempuan yang memiliki Asosiasi Profesor perempuan, insyaallah baru  Muslimat NU. Kita berharap para guru besar dapat meluaskan kontribusinya untuk menjadi ladang amal pencerdasan kehidupan bangsa,” katanya.

Tidak hanya itu, Muslimat NU juga terus memperkuat layanan konsultasi hukum bagi masyarakat, khususnya penyelesaian persoalan secara non litigasi melalui paralegal.

“Muslimat NU ingin melakukan penguatan layanan hukum melalui pendampingan hukum secara non litigasi  bagi masyarakat di tingkat akar rumput. Ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan keadilan dan perlindungan hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Muslimat NU juga sedang  menyiapkan peace maker  sebagai problem solver yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Menurut Khofifah, kader-kader Muslimat NU diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat, mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, hingga level kebijakan yang lebih luas.

“Dengan kekuatan organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta semangat pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus hadir memberikan manfaat dan menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Jawa Timur Siap Dukung Transformasi Energi Nasional
Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis
Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza
Komite III DPD RI Apresiasi Kemenhaj atas Pelaksanaan Haji 2026, Senator Jatim Lia Istifhama Sampaikan Sejumlah Catatan
Bakornas Lapenmi PB HMI Kolaborasi dengan DPD RI Lia Istifhama Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Jatim Raih Penghargaan KPK RI, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Komitmen Bangun ASN Berintegritas
Alumni Ansor Dukung Reshuffle Pimpinan Pusat, Tegaskan Loyalitas ke Ketum Addin
Bunda PAUD Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi demi Wujudkan PAUD Berkualitas

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:45 WIB

Khofifah Saksikan Deklarasi Muslimat NU Riau, Sampaikan 9 Himbauan kepada PBB Demi Perdamaian Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:01 WIB

Gubernur Khofifah Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Jawa Timur Siap Dukung Transformasi Energi Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:57 WIB

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:17 WIB

Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:19 WIB

Komite III DPD RI Apresiasi Kemenhaj atas Pelaksanaan Haji 2026, Senator Jatim Lia Istifhama Sampaikan Sejumlah Catatan

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin usai menghadiri pembukaan Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar. (Dok. Adpim For Digitaljatim)

Pemerintahan & Kebijakan

Buka Rangkaian HKG PKK ke-54, Arumi Bachsin Ajak Ibu Hamil Rutin Minum Tablet MMS

Sabtu, 11 Jul 2026 - 03:06 WIB