Surabaya — PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat kinerja perusahaan dan tata kelola bisnis profesional di tengah sorotan publik terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur.
Sebagai holding BUMD milik Pemprov Jatim, PWU mencatat tren kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga mengklaim belum pernah mengalami kerugian operasional dan terus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur melalui dividen perusahaan.
Direksi PWU mengapresiasi berbagai masukan dan evaluasi dari DPRD Jawa Timur melalui Panitia Khusus (Pansus) BUMD. Menurut manajemen, rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme, efektivitas pengelolaan aset, serta optimalisasi kontribusi BUMD terhadap pembangunan daerah.
Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung mengatakan, perusahaan akan terus fokus menjaga performa bisnis sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami memandang setiap masukan dan evaluasi sebagai bagian dari proses perbaikan dan penguatan perusahaan. PWU berkomitmen menjalankan bisnis secara profesional, transparan, dan akuntabel agar dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun masyarakat,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Erlangga menambahkan, PWU saat ini terus melakukan transformasi bisnis melalui pengembangan unit usaha strategis, optimalisasi aset, hingga peningkatan efisiensi operasional agar perusahaan semakin adaptif dan kompetitif.
“Alhamdulillah, sampai saat ini PWU terus mencatatkan pertumbuhan laba dan tidak pernah mengalami kerugian. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan nilai tambah bagi daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa PWU juga mencatat capaian dalam aspek tata kelola dan kesehatan perusahaan.
“Untuk pertama kalinya, perusahaan meraih predikat kesehatan perusahaan kategori Sehat atas kinerja tahun buku 2025,” jelas Erlangga.
Lebih lanjut, Erlangga mengatakan bahwa capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif atas penguatan fundamental bisnis, tata kelola, serta efektivitas operasional perusahaan secara berkelanjutan.
“Tak hanya itu, PWU juga mencatat peningkatan signifikan dalam penerapan manajemen risiko perusahaan berdasarkan hasil penilaian Risk Maturity Index (RMI) tahun 2025,” imbuh dia.
Berdasarkan self assessment yang mengacu pada pendampingan workshop diagnostic assessment manajemen risiko oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, nilai RMI PWU meningkat dari 1,36 pada periode 2023–Triwulan III 2024 menjadi 2,85 pada 2025.
Peningkatan tersebut menempatkan perusahaan pada level Emerging Phase. Artinya, perusahaan dinilai telah menerapkan seluruh dimensi praktik manajemen risiko untuk memenuhi persyaratan minimum regulasi.
Selain itu, infrastruktur manajemen risiko disebut mulai dipahami seluruh insan perusahaan dan diselaraskan dengan target kinerja perusahaan.
Penilaian dilakukan terhadap lima dimensi utama, meliputi budaya dan kapabilitas risiko, organisasi dan tata kelola risiko, kerangka risiko dan kepatuhan, proses dan kontrol risiko, serta model, data, dan teknologi risiko.
PWU memastikan akan terus menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparansi, serta pengelolaan usaha yang prudent dalam setiap aktivitas bisnis perusahaan.
“Ke depan, PWU optimistis mampu meningkatkan performa perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD Jawa Timur melalui strategi bisnis yang lebih terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor : Yoyok












