Jairi DPRD Desak Evaluasi Total BUMD Jatim, Aset Besar Tapi Dividen Minim

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 30 April 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim Jairi Irawan.

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim Jairi Irawan.

Editor: Yoyok

Surabaya – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Anggota Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jatim, Jairi Irawan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan, termasuk anak perusahaan.

Menurutnya, desakan itu bukan tanpa alasan. Selama enam bulan pembahasan, Pansus BUMD menemukan sejumlah catatan kritis yang dinilai krusial. Salah satunya adalah ketimpangan antara besaran aset dan penyertaan modal daerah dengan kontribusi dividen yang diterima

“Kalau melihat nilai aset yang besar, seharusnya kontribusinya juga signifikan. Tapi faktanya, dividen yang dihasilkan sangat kecil. Ini menunjukkan ketidakseimbangan antara input dan output,” ujar Jairi di Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Jairi mengatakan bahwa tidak sedikit aset BUMD yang justru tidak produktif. Bahkan, kata dia, ditemukan aset yang idle atau tidak memberikan nilai ekonomi yang memadai.

“Kondisi ini dinilai memperburuk performa perusahaan BUMD secara keseluruhan,” jelas dia.

Lebih jauh, Jairi menilai persoalan BUMD di Jawa Timur bukan sekadar pada kinerja masing-masing perusahaan. Ada persoalan yang bersifat sistemik. Mulai dari tidak optimalnya fungsi holding, arah bisnis yang tidak terintegrasi, hingga lemahnya mekanisme pengawasan terhadap penyertaan modal daerah.

“Seharusnya setiap penyertaan modal memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tapi yang terjadi belum seperti itu,” tegas Politikus Partai Golkar itu.

Jika tidak segera dibenahi, kata Jairi, keberadaan BUMD dikhawatirkan justru menjadi beban fiskal jangka panjang bagi darah.

“Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi, BUMD berpotensi menggerus efektivitas keuangan daerah,” jelasnya.

Jairi juga menyoroti lemahnya sistem penilaian kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) di tubuh BUMD.

“Selama ini, KPI dinilai lebih bersifat administratif dan belum berbasis pada capaian hasil (outcome) yang terukur,” imbuhnya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Akibatnya, muncul fenomena kinerja tanpa tekanan. Ia menuturkan Direksi dan komisaris dinilai tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan perbaikan, meski perusahaan dalam kondisi stagnan atau menurun.

“Evaluasi yang dilakukan cenderung formalitas, belum menjadi alat kontrol yang efektif,” imbuh dia.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa persoalan pengelolaan aset juga menjadi temuan penting. Pansus mencatat berbagai masalah, mulai dari aset inbreng, aset idle, hingga aset yang dikuasai pihak lain.

“Kondisi ini berdampak langsung terhadap rendahnya kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Jairi.

Dari hasil penelusuran terhadap sejumlah BUMD seperti PT Panca Wira Usaha Jatim, PT Jatim Grha Utama, dan PT Petrogas Jatim Utama beserta anak usahanya, Pansus menemukan struktur perusahaan yang tidak sehat.

“Banyaknya entitas non-penyumbang laba (non-PI) justru membebani kinerja holding. Struktur yang terlalu gemuk dinilai menciptakan inefisiensi,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat entitas yang sebenarnya memiliki potensi, namun masih terkendala persoalan legalitas, sehingga belum layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Jairi menegaskan, rekomendasi yang disusun bukan sekadar dokumen formal. Laporan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional DPRD dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah.

“Kami minta ini ditindaklanjuti secara nyata. Kalau tidak, dampaknya bukan hanya ke kinerja BUMD, tapi juga ke kepercayaan publik,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp