Dua Siswa SMP di Bojonegoro Sulap Limbah Bonggol Pisang Jadi Kandidat Antikanker Alami

- Publisher

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro – Inovasi menarik datang dari dua siswa SMP Negeri 1 Purwosari, Bojonegoro. Alvin Putra Pratama dan M. Ridwan Firdaus berhasil mengembangkan pemanfaatan limbah bonggol pisang menjadi bahan kesehatan alternatif melalui penelitian berjudul “The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami”.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026), keduanya tidak sekadar memanfaatkan limbah, tetapi juga menguji kandungan aktif secara ilmiah. Bonggol pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol untuk menarik senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan serta efek sitotoksik yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Keunggulan penelitian ini terletak pada metode bio-skrining yang sederhana namun terukur. Alvin dan Ridwan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan memanfaatkan larva udang Artemia salina untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak.

Dalam pengujian tersebut, ekstrak bonggol pisang diberikan dalam beberapa konsentrasi guna melihat tingkat kematian larva sebagai indikator potensi sitotoksisitas. Semakin kecil nilai LC50—yakni konsentrasi yang mampu mematikan 50 persen organisme uji—semakin besar potensi bahan tersebut sebagai kandidat agen antikanker.

Tak hanya itu, penelitian ini juga dilengkapi uji aktivitas antioksidan menggunakan metode sederhana berbasis larutan iodin. Uji ini bertujuan mengetahui kemampuan ekstrak dalam menetralisir radikal bebas yang menjadi pemicu kerusakan DNA dan awal terbentuknya sel kanker.

Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga mengusung nilai keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan utama menjadi bentuk upcycling limbah organik menjadi produk bernilai guna. Dengan demikian, inovasi tersebut tidak hanya menawarkan solusi kesehatan berbasis bahan alami, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah pertanian di masyarakat.

BACA JUGA  Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ

Melalui penelitian ini, Alvin dan Ridwan berharap bonggol pisang yang selama ini kerap terabaikan dapat menjadi solusi alternatif dalam pencegahan penyakit dengan biaya terjangkau. Keduanya juga berharap inovasi tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan obat berbasis bahan alam Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK
Gubernur Khofifah Tegaskan Peserta Lolos SPMB Jatim Wajib Daftar Ulang
Gubernur Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jawa Timur di Hadapan Ratusan Dosen Muda Peserta Latsar CPNS
Soroti Usulan Motor Listrik untuk Guru Honorer, Puguh DPRD Minta Masalah Kesejahteraan Diselesaikan Lebih Dulu

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:53 WIB

KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:21 WIB

Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB