Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas menyesalkan insiden perusakan kendaraan berpelat L (Surabaya) di kawasan wisata Malang Selatan. Ia menilai aksi tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak citra pariwisata daerah.
“Saya sangat menyayangkan tindakan anarkis berupa perusakan kendaraan wisatawan. Ini jelas melampaui batas dan tidak bisa dibenarkan,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Puguh, apa pun pemicu di lapangan—termasuk dugaan nyanyian yang memancing emosi warga—tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan. “Peristiwa tersebut justru berisiko menimbulkan dampak luas terhadap upaya membangun citra positif sektor pariwisata di Kabupaten Malang,” terangnya.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menjelaskan, pemerintah daerah selama ini tengah menggenjot pengembangan potensi wisata Malang Selatan. Salah satunya melalui perbaikan infrastruktur menuju kawasan pantai selatan yang kini semakin mudah diakses.
“Malang sedang berbenah. Akses jalur lintas selatan terus diperbaiki. Ini peluang besar menarik wisatawan. Tapi jika kejadian seperti ini berulang, tentu akan menggerus kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman wisatawan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Insiden kekerasan dinilai bisa memicu efek domino, mulai dari penurunan jumlah kunjungan hingga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, Puguh juga menyoroti potensi rivalitas suporter sepak bola yang terbawa ke luar stadion. Ia mengingatkan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi aksi anarkis di ruang publik.
“Rivalitas seperti antara Arema FC dan Persebaya Surabaya harus diselesaikan di lapangan, bukan di jalanan apalagi sampai merusak fasilitas atau merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Puguh mengajak seluruh pihak, khususnya masyarakat di kawasan wisata, untuk menjaga kondusivitas serta bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama. Kita ingin pariwisata Malang maju, maka keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











