Khofifah & Arifah Saksikan Deklarasi Muslimat Jateng – DIY, Serukan 9 Himbauan ke PBB

Editor Yoyok

- Author

Senin, 13 April 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi (kiri) dengan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama cucunya Aila. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Ketua Umum PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi (kiri) dengan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama cucunya Aila. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Editor: Yoyok

Yogyakarta – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dan Arifah Choiri Fauzi sebagai Ketua PP Muslimat NU  menyaksikan pembacaan deklarasi PW Muslimat NU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berisi sembilan imbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan perang dan mendorong terwujudnya perdamaian dunia sebagai wujud komitmen moral terhadap kemanusiaan secara global.

Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan pengukuhan paralegal Muslimat Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4) dan pengukuhan paralegal Muslimat Nahdlatul Ulama se-Yogyakarta di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/4) yang juga menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam akses keadilan sekaligus diplomasi kemanusiaan di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa perempuan, khususnya melalui Muslimat NU, memiliki peran strategis tidak hanya dalam penguatan sosial dan hukum di tingkat akar rumput, tetapi juga dalam menyuarakan perdamaian dunia.

“Hentikan  perang, mari kita wujudkan  perdamaian dunia. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Khofifah.

Sebagai wujud konkret, Pimpinan Pusat Muslimat NU akan  mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  yang memuat sembilan poin himbauan untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian di seluruh dunia.

Dalam surat tersebut terdapat 9 poin himbauan yang digaungkan kepada PBB. Poin pertama, mendorong penghentian segera atas konflik bersenjata di seluruh dunia.

Kedua, mengintensifkan upaya diplomasi damai dengan melibatkan seluruh pihak terkait guna mencapai solusi politik, ekonomi dan kedamaian yang berkeadilan dan bermartabat. Ketiga, menjamin perlindungan maksimal bagi warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Keempat, melindungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan serta melindungi insan pendidikan dan fasilitas pendidikan agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa ancaman, intimidasi, maupun serangan. Kelima, menjamin keselamatan jurnalis dan pekerja media, sehingga informasi yang objektif dan akurat tetap dapat disampaikan kepada dunia internasional.

Selanjutnya, keenam memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi para korban konflik. Ketujuh, menegakkan hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia, serta mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah konflik. Kedelapan mendorong peran aktif perempuan dalam proses perdamaian, sebagai bagian penting dalam menciptakan resolusi konflik yang inklusif dan berkelanjutan.

Poin kesembilan, menginisiasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik, termasuk pemulihan psikososial bagi korban, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Pernyataan dan imbauan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kami terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia. Semoga upaya bersama ini dapat menghadirkan dunia yang lebih damai, adil, dan beradab,” harapnya.

Di sisi lain, pengukuhan paralegal Muslimat NU tetap menjadi bagian penting dalam penguatan akses keadilan di tingkat masyarakat. Khofifah menekankan bahwa paralegal memiliki peran strategis sebagai pendamping hukum sekaligus juru damai dalam menyelesaikan konflik sosial.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp