Senyum Ning Lia Warnai Pesan Aang Kunaifi, Pemuda Diminta Tak Apatis terhadap Demokrasi

Editor Yoyok

- Author

Senin, 30 Maret 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Surabaya – Suasana Syawalan Pemuda Jawa Timur berlangsung hangat dan penuh makna. Di tengah semangat silaturahmi, terselip pesan kuat dari dua narasumber, Anggota DPD RI Lia Istifhama dan Aang Kunaifi, yang sama-sama mengajak generasi muda untuk lebih cerdas, peduli, dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial maupun demokrasi.

Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, tampil dengan senyum yang khas hangat dan menenangkan. Di hadapan para pemuda dari berbagai elemen seperti Duta Putra Putri Sidoarjo, KNPI, hingga Ruang Kolaborasi Pemuda, ia mengingatkan pentingnya kemampuan membaca kualitas di tengah derasnya arus informasi.

“Strateginya adalah bagaimana kita cerdas membaca kualitas. Tantangan kita hari ini adalah referensi publik,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, di era digital saat ini, informasi begitu melimpah, namun tidak semuanya memiliki kualitas yang baik. Karena itu, pemuda dituntut untuk lebih selektif dan kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan masa depan bangsa.

Dalam refleksi yang lebih personal, Ning Lia juga menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai pegangan hidup.

“Saya hanya meyakini kepada Allah SWT. Ibarat kita perjalanan di tengah tol, kita harus tetap fokus dan punya arah,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam dinamika demokrasi, masyarakat tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas pilihan yang diambil. Sebab, pilihan publik sering kali didasarkan pada persepsi terhadap integritas seseorang.

“Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Seseorang dipilih karena dianggap memiliki integritas. Maka kalau ingin menjadi pemimpin, kita harus memperkuat kecerdasan kita,” tegasnya.

Ning Lia juga menyoroti tingginya kepekaan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan netizen, yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk opini publik.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

“Ternyata negara Indonesia ini kuat karena netizennya. Kepekaannya tinggi,” ungkapnya.

Ia pun mengajak pemuda untuk berani membangun dari apa yang dimiliki saat ini, serta mengedepankan kolaborasi. “Kita bangun. Kita pemuda, kita punya apa. Kita kombinasikan, kita bumikan dengan cara yang cantik,” pesannya.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi, melengkapi perspektif tersebut dengan menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam proses demokrasi. Dalam suasana Syawal, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya hadir saat hari pencoblosan, tetapi juga ikut mengawal proses pemilu sejak awal.

“Sering kali kita merasa cukup hanya datang dan memilih. Padahal demokrasi itu proses panjang. Kita semua punya peran sejak jauh hari sebelumnya,” ujarnya.

Aang menyoroti masih adanya sikap apatis di tengah masyarakat terhadap pemilu. Padahal, menurutnya, publik memiliki ruang luas untuk memberi masukan, mengawasi, hingga mengkritisi penyelenggaraan pemilu.

“Kalau kita tidak peduli, lalu siapa lagi? Demokrasi yang baik itu lahir dari masyarakat yang mau terlibat,” ucapnya.

Di tengah kemajuan teknologi, ia melihat peluang besar bagi pemuda untuk berperan lebih aktif. Namun, ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga cerdas dalam menyaringnya.

Menjelang Pemilu 2029, Aang menegaskan bahwa tantangan akan semakin kompleks. Karena itu, pemuda dituntut untuk adaptif, kritis, dan memiliki integritas.

“KPU selalu terbuka. Tapi demokrasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat, terutama anak-anak muda,” pungkasnya.

Melalui forum Syawalan ini, pesan yang disampaikan terasa saling melengkapi: bahwa masa depan Jawa Timur dan Indonesia tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kualitas pemudanya yang cerdas membaca informasi, kuat dalam nilai, serta aktif mengambil peran dalam demokrasi.

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp