Lilik DPRD Jatim Soroti Arah Kredit Jamkrida, UMKM Diminta Jadi Prioritas

Belum ada data penulis & editor

- Author

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati meminta PT Jamkrida Jawa Timur membuktikan kinerjanya berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebelum pemerintah daerah menambah penyertaan modal.

Menurutnya, selama ini penjaminan kredit yang dilakukan Jamkrida dinilai lebih banyak mengarah pada pinjaman multiguna dibandingkan sektor UMKM.

“Selama ini Jamkrida lebih banyak membantu pinjaman multiguna dibandingkan UMKM. Padahal visi misinya jelas fokus pada UMKM,” ujar Lilik saat ditemui wartawan DigitalJatim di ruang Fraksi PKS DPRD Jatim, Senin (9/3/2026) sore.

Lilik menjelaskan, Fraksi PKS sebelumnya telah menyampaikan sejumlah catatan terkait kinerja Jamkrida dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyertaan modal daerah pada perusahaan tersebut.

Salah satu catatan yang disoroti adalah arah penyaluran penjaminan kredit yang dinilai belum sepenuhnya menyasar pelaku UMKM.

“Pandangan Fraksi PKS sudah kami sampaikan. Secara bisnis, Jamkrida masih lebih banyak membantu pinjaman multiguna dibandingkan pelaku UMKM,” kata anggota Komisi C DPRD Jatim itu.

Dalam pembahasan Raperda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan penyertaan modal daerah sebesar Rp 300 miliar kepada Jamkrida. Namun, Lilik menilai rencana tersebut perlu disertai penjelasan yang lebih transparan terkait dasar perhitungan kebutuhan modal.

Ia mengaku hingga saat ini DPRD belum menerima paparan rinci mengenai kajian kelayakan bisnis yang menjadi dasar pengajuan tambahan modal tersebut.

“Kalau mereka menyampaikan membutuhkan Rp300 miliar, tentu harus jelas perhitungannya seperti apa. Katanya sudah ada uji kelayakan, tapi kami belum menerima data kajian itu,” ujarnya.

Menurut Lilik, kejelasan perhitungan tersebut penting agar DPRD dapat memastikan tambahan modal benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ia juga menyoroti dominasi penjaminan kredit multiguna yang dinilai lebih besar dibandingkan sektor UMKM.

BACA JUGA  Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

“Padahal Jamkrida didirikan untuk membantu pelaku usaha kecil mendapatkan akses pembiayaan. Kalau memang tujuannya untuk UMKM, maka harus tepat sasaran. Jangan justru lebih banyak untuk pinjaman multiguna yang sifatnya konsumtif,” tegasnya.

Lilik menambahkan, selama masa pandemi COVID-19 sektor UMKM terbukti memiliki ketahanan yang cukup baik, termasuk dalam kedisiplinan pembayaran kredit.

“Sektor UMKM terbukti cukup disiplin dalam pembayaran kredit. Karena itu sektor ini harus benar-benar menjadi prioritas,” imbuhnya.

Ia pun meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali rencana penyertaan modal tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan.

“Jamkrida harus membuktikan dulu bahwa kinerjanya benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil sesuai visi misinya. Setelah itu baru kita pertimbangkan penyertaan modal,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp